Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan dan kemuliaan. Tidak hanya sebagai bulan ibadah, tetapi juga sebagai waktu yang dipenuhi dengan keutamaan luar biasa. Keutamaan Ramadhan ini menjadi alasan mengapa umat Islam di seluruh dunia begitu menantikannya.

Berikut adalah 10 keutamaan bulan Ramadhan yang perlu kamu ketahui:

1. Bulan Diturunkannya Al-Qur’an

Ramadhan adalah bulan istimewa karena di dalamnya Al-Qur’an pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ sebagai petunjuk bagi umat manusia. Hal ini disebutkan dalam firman Allah:

“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia…” (QS. Al-Baqarah: 185)

2. Puasa Ramadhan sebagai Bentuk Ketaatan

Puasa Ramadhan adalah salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim yang telah baligh dan mampu. Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kesabaran serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah.

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

3. Malam Lailatul Qadar yang Lebih Baik dari 1000 Bulan

Salah satu keutamaan bulan Ramadhan yang paling istimewa adalah adanya Malam Lailatul Qadar. Malam ini lebih baik dari seribu bulan dan barang siapa yang mendapatkannya, maka ia memperoleh pahala yang luar biasa.

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 1-3)

4. Pahala Amalan Diberlipatgandakan

Amalan di bulan Ramadhan memiliki keutamaan lebih dibandingkan di bulan lainnya. Setiap ibadah seperti membaca Al-Qur’an, shalat, sedekah, hingga berbuat baik kepada sesama akan dilipatgandakan pahalanya.

“Barang siapa yang melakukan amalan sunnah di bulan Ramadhan, maka pahalanya seperti melakukan amalan wajib di bulan lainnya. Dan barang siapa yang melakukan amalan wajib, maka pahalanya dilipatgandakan 70 kali.” (HR. Ibnu Khuzaimah)

5. Bulan Penuh Ampunan dan Penghapus Dosa

Bulan Ramadhan adalah bulan penuh rahmat dan ampunan. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari & Muslim)

6. Pintu Surga Dibuka, Pintu Neraka Ditutup

Dalam bulan Ramadhan, Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Ketika bulan Ramadhan tiba, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.” (HR. Bukhari & Muslim)

7. Doa Mustajab di Bulan Ramadhan

Salah satu keutamaan bulan Ramadhan adalah doa yang lebih mudah dikabulkan. Terutama pada waktu berbuka puasa dan di sepertiga malam terakhir.

“Tiga orang yang doanya tidak tertolak: orang yang berpuasa hingga berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang dizalimi.” (HR. Tirmidzi)

8. Bulan Berbagi dan Sedekah yang Dilipatgandakan

Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan amalan sosial seperti berbagi makanan berbuka puasa, sedekah Al-Qur’an, hingga berbagi bahan pokok untuk dhuafa. Rasulullah ﷺ adalah orang yang paling dermawan, dan lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan.

“Sedekah yang paling utama adalah sedekah di bulan Ramadhan.” (HR. Tirmidzi)

9. Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental

Selain manfaat spiritual, puasa Ramadhan juga memiliki manfaat kesehatan. Puasa dapat membantu detoksifikasi tubuh, mengatur metabolisme, dan meningkatkan kesehatan mental dengan mengurangi stres.

10. Penghapus Dosa dengan Ibadah yang Konsisten

Tidak hanya puasa, ibadah lain seperti tarawih, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak doa juga menjadi cara untuk menghapus dosa-dosa kita di masa lalu.


Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah dengan keutamaan yang sangat besar. Keutamaan-keutamaan ini seharusnya menjadi motivasi bagi kita untuk meningkatkan ibadah, berbuat baik, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah.

Sudahkah kamu mempersiapkan diri untuk meraih semua keutamaan bulan Ramadhan tahun ini?

Fidyah adalah kewajiban bagi mereka yang tidak bisa menjalankan puasa Ramadhan dan tidak memiliki harapan untuk menggantinya di lain waktu, seperti orang sakit menahun atau lansia. Namun, bagaimana jika seseorang lupa berapa jumlah hari puasa yang ditinggalkan?

Dalam Islam, prinsip utama dalam ibadah adalah berusaha semaksimal mungkin dalam menjalankan kewajiban, termasuk dalam hal membayar fidyah. Berikut adalah panduan berdasarkan pendapat para ulama.

1. Mengingat dengan Usaha Maksimal

Seseorang yang lupa jumlah hari puasanya harus berusaha mengingat dengan cara:

  • Menghitung kembali kondisi kesehatannya saat Ramadhan sebelumnya.
  • Mengingat catatan atau kejadian penting yang mungkin berhubungan dengan hari-hari ia tidak berpuasa.
  • Berdiskusi dengan keluarga atau orang terdekat yang mungkin mengingat kondisi tersebut.
  • Jika setelah berusaha maksimal tetap tidak bisa memastikan jumlahnya, maka masuk ke langkah berikutnya.

2. Mengambil Estimasi (Taqrib) Jumlah Hari yang Ditanggung

Para ulama sepakat bahwa dalam kondisi seperti ini, seseorang harus berijtihad (berusaha memperkirakan) jumlah hari dengan sebaik-baiknya.

Pendapat Ulama:
Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu’ menyatakan:

“Jika seseorang ragu dalam jumlah utang puasanya, maka ia wajib mengambil jumlah yang lebih pasti (jumlah terbanyak yang ia perkirakan).”

Prinsip ini juga diterapkan dalam kaidah fikih:

“Keyakinan tidak bisa dihilangkan oleh keraguan.”
(Al-Yaqīn Lā Yazūl bi Asy-Syak)

Solusi:
Jika seseorang ragu antara 10 atau 15 hari, maka ambillah angka 15 agar lebih yakin telah menunaikan kewajiban.

3. Cara Membayar Fidyah

Setelah menentukan jumlah hari yang ditinggalkan, fidyah bisa dibayar dengan tiga cara:

A. Memberikan Makanan Siap Santap

1 hari puasa yang ditinggalkan = 1 orang miskin diberi makanan

Misalnya, seseorang memiliki fidyah 15 hari, maka ia harus menyediakan 15 porsi makanan siap santap untuk fakir miskin.

Makanan bisa berupa nasi dengan lauk pauk yang layak.

B. Memberikan Bahan Pokok (Beras/Sejenisnya)

1 hari puasa yang ditinggalkan = 1 mud beras (±750 gram)

Jika utangnya 15 hari, ia bisa memberikan 15 mud beras (±11,25 kg beras) kepada fakir miskin.

C. Menggunakan Uang (Pendapat Mazhab Hanafi)

Beberapa ulama membolehkan fidyah dibayarkan dalam bentuk uang, sesuai harga makanan yang layak untuk fakir miskin.

Misalnya, jika satu kali makan membutuhkan Rp28.000, maka fidyah untuk 15 hari adalah 15 × Rp28.000 = Rp420.000.

Namun, dalam mazhab Syafi’i dan Hambali, fidyah lebih diutamakan dalam bentuk makanan.

4. Kapan Fidyah Harus Dibayarkan?

Fidyah sebaiknya dibayar sebelum Ramadhan berikutnya.

Namun, jika belum mampu, bisa dibayar bertahap atau saat memiliki kecukupan rezeki.

 

Mudahnya Membayar Fidyah Secara Online

Kini, membayar fidyah menjadi lebih mudah dan praktis dengan layanan online seperti BMT ANDA. Anda tidak perlu repot mencari fakir miskin secara langsung, karena fidyah Anda akan disalurkan kepada yang berhak melalui lembaga zakat terpercaya.

Mengapa Memilih BMT ANDA?

✅ Tepat Sasaran – Fidyah Anda disalurkan langsung kepada fakir miskin yang membutuhkan.

✅ Praktis & Cepat – Bisa dilakukan kapan saja dan dari mana saja.

✅ Transparan – Anda akan mendapatkan laporan penyaluran fidyah.

Bayar fidyah Anda sekarang melalui BMT ANDA!
Klik di sini untuk menunaikan fidyah Anda

 

Kesimpulan

  • Berusaha mengingat jumlah hari puasa yang ditinggalkan.
  • Jika lupa, ambil estimasi jumlah terbanyak agar lebih yakin.
  • Fidyah bisa dibayarkan dalam bentuk makanan siap santap, bahan pokok, atau (menurut mazhab Hanafi) uang.
  • Dibayar sebelum Ramadhan berikutnya, atau bertahap jika belum mampu.

Dengan adanya layanan pembayaran fidyah online melalui BMT ANDA, Anda dapat menunaikan kewajiban ini dengan lebih mudah dan sesuai dengan tuntunan syariat. Jangan tunda lagi, tunaikan fidyah Anda sekarang!