Laporan Pelaksanaan Program Muharram Sayang Anak Yatim 1448 H, ULAZ MKU ANDA

“Boleh pilih sendiri ya, Nak.”

Kalimat sederhana itu mungkin terdengar biasa.

Namun bagi tujuh anak yatim yang mengikuti Program Muharram Sayang Anak Yatim, kalimat tersebut menjadi sesuatu yang sangat berharga.

Selama ini mereka lebih sering menerima apa yang diberikan.

Hari itu berbeda.

Mereka diberi kesempatan memilih sendiri tas sekolah, sepatu, alat tulis, hingga perlengkapan yang akan menemani mereka belajar di tahun ajaran baru.

Mungkin bagi sebagian orang, sebuah tas atau sepasang sepatu hanyalah kebutuhan sekolah.

Namun bagi mereka, itulah bekal untuk terus mengejar cita-cita.


Setiap Anak Datang Membawa Mimpi

Di antara mereka ada Amira, siswi kelas dua SD.

Ia tinggal bersama ibunya yang bekerja sebagai buruh cuci panggilan.

Dengan senyum malu-malu, Amira memilih tas, sepatu, dan alat tulis yang disukainya.

Ketika ditanya tentang cita-citanya, jawabannya sederhana namun penuh harapan.

“Aku ingin menjadi guru.”

Hari itu, bukan hanya perlengkapan sekolah yang ia bawa pulang.

Ia membawa semangat baru untuk kembali belajar.


Ada pula Abid, siswa kelas empat SD.

Ia bercita-cita menjadi seorang tentara.

Bersama kakaknya, Almaira, yang kini duduk di kelas enam SD, mereka datang didampingi ibunya yang setiap hari berjualan makanan bakaran demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Tas, sepatu, dan alat tulis yang mereka pilih menjadi bekal agar keduanya dapat terus bersekolah dan mengejar masa depan yang mereka impikan.


Sani, yang kini memasuki kelas tujuh SMP, memiliki cita-cita menjadi dokter.

Ibunya bekerja sebagai buruh tani di desa.

Perjalanan menuju cita-cita itu tentu masih panjang.

Namun setiap langkah besar selalu dimulai dari langkah kecil.

Hari itu, tas baru, sepatu baru, dan perlengkapan sekolah yang ia pilih menjadi teman untuk melangkah lebih jauh.


Listia, siswi kelas tiga SD, tampak begitu bahagia saat memilih tas sekolahnya.

Bagi seorang anak, tas bukan sekadar tempat menyimpan buku.

Tas itu akan menemaninya setiap pagi saat berangkat ke sekolah, belajar bersama teman-temannya, dan menuliskan impian yang suatu hari ingin diwujudkan.


Di antara seluruh cerita hari itu, ada satu momen kecil yang begitu membekas.

Anisya, siswi kelas empat SD yang bercita-cita menjadi seorang perawat, tampak berkeliling memilih perlengkapan sekolah bersama ibunya yang sehari-hari berjualan ayam geprek.

Tas sudah dipilih.

Sepatu sudah didapat.

Beberapa alat tulis pun telah masuk ke keranjang.

Lalu pandangannya berhenti pada sekotak pensil warna.

Anisya memang sangat menyukai menggambar.

Dengan suara pelan ia menunjukkan pensil warna itu kepada ibunya.

Sang ibu tersenyum, lalu berkata,

“Nanti saja ya, Nak… kalau ada rezeki lagi.”

Bukan karena pensil warna itu mahal.

Justru karena beliau merasa bantuan yang diterima hari itu sudah begitu banyak.

Beliau khawatir mengambil terlalu banyak.

Mendengar percakapan itu, tim pendamping menghampiri Anisya.

Atas amanah dan kebaikan para donatur, pensil warna yang sejak tadi hanya ia pandangi akhirnya ikut dimasukkan ke dalam keranjang belanjanya.

Seketika wajah Anisya berubah.

Senyumnya mengembang.

Ia memeluk kotak pensil warna itu dengan begitu hati-hati, seolah sedang menjaga sesuatu yang sangat berharga.

Mungkin bagi sebagian dari kita, pensil warna hanyalah perlengkapan sekolah.

Namun bagi Anisya, hari itu pensil warna menjadi teman untuk terus menggambar, belajar, dan memelihara mimpinya menjadi seorang perawat.


Yang paling kecil di antara mereka adalah Kia, yang tahun ini akan memasuki kelas satu SD.

Didampingi ibunya yang bekerja serabutan, Kia memilih sepatu sekolah dan seragam pramuka pertamanya.

Sebentar lagi ia akan memulai perjalanan baru sebagai seorang siswa sekolah dasar.

Sepatu kecil yang ia kenakan hari itu akan menjadi saksi langkah-langkah awal menuju masa depannya.


Bukan Sekadar Belanja

Program Muharram Sayang Anak Yatim bukan sekadar mengajak anak-anak membeli perlengkapan sekolah.

Lebih dari itu, program ini ingin menghadirkan kebahagiaan yang mungkin jarang mereka rasakan.

Kesempatan untuk memilih sendiri.

Merasa didengarkan.

Merasa dihargai.

Dan merasakan bahwa masih banyak orang yang peduli terhadap masa depan mereka.

Di balik setiap tas yang dipilih, ada semangat untuk belajar.

Di balik setiap sepatu yang dikenakan, ada langkah menuju sekolah.

Di balik setiap alat tulis yang dibawa pulang, ada cita-cita yang sedang dituliskan sedikit demi sedikit.


Terima Kasih Telah Menjadi Bagian dari Perjalanan Ini

Alhamdulillah, atas izin Allah SWT dan dukungan para donatur, tujuh anak yatim dapat memperoleh perlengkapan sekolah yang mereka butuhkan untuk menyambut tahun ajaran baru.

Setiap kebaikan yang Bapak, Ibu, dan Sahabat titipkan telah sampai kepada mereka dalam bentuk yang nyata.

Bukan hanya tas.

Bukan hanya sepatu.

Bukan hanya alat tulis.

Tetapi juga semangat baru, rasa percaya diri, dan keyakinan bahwa masih ada banyak orang yang peduli terhadap masa depan mereka.

Muharram memang telah berlalu.

Namun kebutuhan anak-anak yatim tidak berhenti ketika Muharram berakhir.

Mereka akan terus belajar, tumbuh, dan mengejar cita-citanya setiap hari.

Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan para donatur dengan keberkahan rezeki, kesehatan, kemudahan urusan, serta menjadikannya sebagai amal jariyah yang terus mengalir.

Karena setiap langkah kecil yang mereka tempuh hari ini, semoga menjadi awal dari mimpi-mimpi besar yang kelak akan mereka wujudkan.

Semarang – Alhamdulillah, amanah qurban dari 29 pequrban telah tersalurkan kepada sekitar 550 penerima manfaat melalui Program Tebar Hewan Qurban ULAZ MKU ANDA. Penyaluran dilakukan di beberapa wilayah, yaitu Kecamatan Mijen dan Kecamatan Tugu (Kota Semarang), Sumberlawang, Ngargotirto, Kowang (Kabupaten Sragen), Pulau Sepanjang, serta Baranusa (Nusa Tenggara Timur).

Di tengah keterbatasan akses dan kondisi ekonomi masyarakat pelosok, kehadiran daging qurban menjadi kebahagiaan yang dinanti banyak keluarga. Tidak sedikit di antara mereka yang hanya dapat menikmati daging dalam momen-momen tertentu, salah satunya saat Hari Raya Idul Adha.

Melalui program ini, qurban tidak hanya menjadi ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi sarana berbagi kebahagiaan kepada saudara-saudara yang membutuhkan.


Amanah Pequrban Mulai Diperjalanan

Beberapa hari sebelum Hari Raya Idul Adha, tim mulai melakukan persiapan distribusi hewan qurban. Hewan-hewan qurban yang telah diamanahkan oleh para pequrban dipastikan dalam kondisi sehat dan layak untuk disembelih sesuai syariat.

Proses distribusi menuju lokasi pelaksanaan qurban dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Medan yang tidak selalu mudah dilalui menjadi bagian dari perjuangan agar amanah para pequrban dapat sampai kepada masyarakat yang berhak menerimanya.

Bagi tim di lapangan, setiap langkah perjalanan bukan sekadar mengantar hewan qurban, tetapi juga membawa harapan dan kebahagiaan bagi warga yang menanti.


Gotong Royong Menjadi Kekuatan

Pelaksanaan qurban melibatkan relawan, tokoh masyarakat, dan warga setempat. Semangat gotong royong tampak dalam setiap proses, mulai dari persiapan lokasi, penyembelihan, hingga pengemasan daging qurban.

Hewan qurban disembelih sesuai tuntunan syariat Islam dengan memperhatikan kebersihan dan ketertiban prosesnya. Setelah itu, daging dipotong dan dibagi secara merata agar manfaatnya dapat dirasakan oleh sebanyak mungkin penerima.

Keterlibatan masyarakat setempat membuat pelaksanaan qurban berlangsung lebih hangat dan penuh kebersamaan.


Menjangkau Berbagai Wilayah yang Membutuhkan

Amanah qurban dari para pequrban tidak hanya dirasakan oleh masyarakat di satu lokasi. Melalui Program Tebar Hewan Qurban, distribusi manfaat menjangkau berbagai wilayah yang membutuhkan, baik di dalam maupun luar Pulau Jawa.

Di Kota Semarang, penyaluran dilakukan kepada masyarakat di Kecamatan Mijen dan Kecamatan Tugu. Sementara di Kabupaten Sragen, manfaat qurban dirasakan oleh warga di Sumberlawang, Ngargotirto, Kowang.

Program ini juga menjangkau wilayah yang lebih jauh, yaitu Pulau Sepanjang serta Baranusa, Nusa Tenggara Timur (NTT), daerah yang akses terhadap distribusi hewan qurban relatif lebih terbatas dibandingkan wilayah perkotaan.

Dengan sebaran lokasi tersebut, amanah dari 29 pequrban berhasil menghadirkan manfaat bagi sekitar 550 penerima manfaat, mulai dari keluarga prasejahtera, anak-anak, hingga masyarakat di wilayah pelosok yang jarang mendapatkan distribusi daging qurban.

Kebahagiaan yang Terlihat dari Senyum Anak-Anak

Salah satu pemandangan yang paling membahagiakan adalah ketika anak-anak menerima bagian daging qurban.

Dengan wajah ceria, mereka menunjukkan daging yang diterima sambil tersenyum kepada tim dokumentasi. Ada yang memegangnya dengan alas daun jati, ada pula yang membawa pulang dengan penuh semangat untuk diberikan kepada orang tua di rumah.

Mungkin bagi sebagian orang, beberapa kilogram daging adalah hal yang biasa. Namun bagi mereka, itu adalah kebahagiaan yang sangat berharga.

Momen-momen sederhana inilah yang mengingatkan kita bahwa qurban bukan hanya tentang penyembelihan hewan, tetapi juga tentang menghadirkan kebahagiaan dan mempererat rasa persaudaraan.


Terima Kasih kepada Para Pequrban

Kami mengucapkan jazakumullahu khairan kepada seluruh pequrban yang telah mempercayakan ibadah qurbannya melalui Program Tebar Hewan Qurban ULAZ MKU ANDA.

Berkat kepercayaan dan kepedulian para pequrban, manfaat qurban dapat dirasakan oleh sekitar 550 penerima manfaat di wilayah yang membutuhkan.

Semoga Allah SWT menerima ibadah qurban yang telah ditunaikan, melipatgandakan pahala kebaikannya, serta menjadikan setiap tetes manfaat yang dirasakan masyarakat sebagai amal jariyah yang terus mengalir.

Terima kasih telah menjadi bagian dari kebahagiaan mereka.


Data Singkat Program

  • Jumlah Pequrban: 29 orang
  • Penerima Manfaat: ±550 orang
  • Program: Tebar Hewan Qurban
  • Penyelenggara: ULAZ MKU ANDA
  • Bentuk Penyaluran: Distribusi daging qurban kepada masyarakat yang membutuhkan

#Qurban2026 #TebarHewanQurban #ULAZMKUANDA #QurbanSampaiPelosok #JejakKebaikan #BerbagiKebahagiaan #IdulAdha1447H

Ramadhan tahun ini menjadi saksi hadirnya ratusan kebaikan yang terwujud berkat kepedulian para donatur.

Di berbagai titik penyaluran, senyum mulai merekah—dari anak-anak, guru, hingga mereka yang selama ini berjuang dalam keterbatasan.

Berkat amanah yang dititipkan, sebanyak 424 penerima manfaat dapat merasakan bantuan nyata, baik dalam bentuk makanan berbuka, zakat, maupun bingkisan Ramadhan.


🌙 Dampak Kebaikan yang Tersalurkan

Lebih dari sekadar angka, setiap bantuan yang diberikan membawa makna mendalam bagi para penerima.

🍽 Program Berbuka Puasa

Program berbuka puasa telah menjangkau berbagai wilayah, di antaranya:

  • RQ Aisyah Lukman
  • RQ ANDA
  • MCI
  • Mijen

Sebanyak ±160 penerima manfaat dapat menikmati hidangan berbuka yang layak, menghadirkan kebahagiaan di momen Ramadhan.


🤲 Program Zakat & Paket Ramadhan

Melalui penyaluran zakat dan paket Ramadhan:

  • 141 orang menerima zakat fitrah
  • Paket Ramadhan disalurkan untuk mendukung kebutuhan ibadah dan keseharian

Bantuan ini menjadi penopang bagi mereka yang sebelumnya kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.


🎁 Program Bingkisan & Kepedulian

Bingkisan disalurkan kepada:

  • Guru sekolah Islam
  • Tuna netra
  • Relawan

Sebanyak 113 penerima manfaat merasakan perhatian dan dukungan, yang tidak hanya berupa materi, tetapi juga kepedulian.


Kepercayaan para donatur adalah amanah yang kami jaga dengan penuh tanggung jawab.

Penghimpunan Dana

Total dana yang berhasil dihimpun selama Ramadhan 1447 H:

Rp38.631.667

Sumber penghimpunan meliputi:

  • Zakat Maal & Fitrah
  • Infaq & Sedekah
  • Program buka puasa & fidyah
  • Wakaf dan bantuan lainnya

Penyaluran Dana

Total dana yang telah disalurkan:

Rp26.678.400

Dana tersebut digunakan untuk:

  • Program berbuka puasa
  • Penyaluran zakat fitrah
  • Bingkisan untuk guru, tuna netra, dan relawan
  • Paket Ramadhan

💛 Lebih dari Sekadar Angka

Setiap rupiah yang dititipkan bukan hanya menjadi bantuan—tetapi berubah menjadi:

  • Makanan bagi yang lapar
  • Harapan bagi yang membutuhkan
  • Senyuman bagi mereka yang sempat kehilangan

Kebaikan ini adalah hasil dari kepedulian Anda.


Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh donatur yang telah berpartisipasi.

Tanpa Anda, kebaikan ini tidak akan terwujud.

Semoga setiap amal menjadi pahala yang terus mengalir dan membawa keberkahan.


Perjalanan ini belum selesai.

Masih banyak saudara kita yang membutuhkan uluran tangan.

💛 Dengan donasi mulai dari Rp10.000, Anda sudah bisa menjadi bagian dari perubahan hari ini.

👉 Salurkan donasi Anda di sini:
ulazmkuanda.com

Di sebuah rumah kontrakan sederhana di wilayah Bangetayu, Genuk, Kota Semarang, tinggal seorang siswa SMK swasta (nama dirahasiakan demi menjaga privasi).

Ia adalah anak dari Ibu Dwi Hartanti, seorang pekerja di usaha fotokopi.

Beberapa waktu lalu, tim ULAZ MKU ANDA melakukan survei langsung ke kediamannya. Dari pertemuan itu, terungkap kondisi ekonomi keluarga yang sedang tidak baik-baik saja.


Penghasilan yang Terus Menurun

Ibu Dwi sebelumnya bekerja hampir setiap hari di tempat fotokopi. Namun beberapa bulan terakhir, kondisi usaha tempatnya bekerja mengalami penurunan.

Omzet menurun.
Hari kerja dikurangi.

Kini ia hanya bekerja sekitar 15 hari dalam sebulan—sehari masuk, sehari libur.

Penghasilannya otomatis ikut berkurang.

Sementara itu, sang ayah bekerja sebagai buruh sekaligus sopir di sebuah pabrik. Penghasilannya cukup untuk kebutuhan dasar, tetapi belum mampu menutup seluruh beban keluarga.

Keluarga ini juga memiliki kewajiban cicilan dan utang di bank maupun koperasi, yang sebagian digunakan untuk kebutuhan kontrakan dan biaya hidup sebelumnya.

Di tengah tekanan ekonomi tersebut, biaya pendidikan anak terpaksa menjadi prioritas yang sulit dipenuhi.


Pendidikan yang Hampir Tertunda

Sebagai siswa SMK swasta, kebutuhan biaya sekolah tidak sedikit.

Ada SPP yang harus dibayar.
Ada biaya praktik.
Ada kebutuhan perlengkapan sekolah.

Di tengah kondisi penghasilan yang menurun dan kewajiban utang yang berjalan, orang tua harus mengatur ulang prioritas.

Biaya pendidikan sempat terancam tertunda.

Bukan karena tidak peduli.
Tetapi karena kemampuan yang memang sedang terbatas.


Zakat yang Menjaga Masa Depan

Melalui program penyaluran zakat maal bidang pendidikan, ULAZ MKU ANDA menyalurkan bantuan sebesar Rp1.000.000 untuk membantu kebutuhan pendidikan siswa tersebut.

Bantuan ini digunakan untuk:

✅ Membantu pembayaran administrasi sekolah
✅ Mengurangi beban tunggakan
✅ Menjaga agar proses belajar tetap berjalan

Dana tersebut berasal dari zakat para muzakki yang dititipkan melalui lembaga.

Bagi sebagian orang, Rp1 juta mungkin bukan angka besar.

Namun bagi keluarga ini, bantuan tersebut menjadi ruang napas di tengah himpitan.

Ibu Dwi menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima.

“Alhamdulillah, ini sangat membantu sekali untuk sekolah anak kami,” tuturnya.


Zakat yang Menguatkan Harapan

Pendidikan adalah salah satu jalan paling penting untuk memutus rantai kesulitan ekonomi.

Ketika zakat disalurkan untuk menjaga keberlangsungan sekolah anak dhuafa, maka yang kita jaga bukan hanya biaya bulan ini—tetapi masa depan beberapa tahun ke depan.

Allah berfirman:

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka…” (QS. At-Taubah: 103)

Zakat yang Anda tunaikan kini telah menjadi penjaga harapan bagi satu keluarga di Bangetayu.


Masih Banyak yang Berjuang Diam-Diam

Kondisi ekonomi yang tidak menentu membuat banyak keluarga mengalami penurunan penghasilan.

Ada yang jam kerjanya dikurangi.
Ada yang penghasilannya tidak stabil.
Ada yang harus menanggung cicilan di tengah pemasukan yang menurun.

Dan di antara semua itu, pendidikan anak sering kali menjadi hal yang paling mudah dikorbankan.

Mari terus tunaikan zakat melalui ULAZ MKU ANDA agar lebih banyak anak dari keluarga dhuafa tetap bisa melanjutkan pendidikan mereka.

Setiap zakat yang Anda keluarkan,
adalah penjaga mimpi mereka.

Kebaikan Anda hari ini,
menjadi kekuatan bagi masa depan mereka

 

Di sebuah sudut kota Semarang, Pak Khoaeri setiap hari berjualan bakso keliling menggunakan motor.

Model jualannya dikenal sebagai “bakso ojek” — gerobak bakso diletakkan di belakang jok motor, lalu ia berkeliling dari kampung ke kampung menyapa pelanggan setianya.

Namun gerobak yang digunakannya selama ini sudah sangat memprihatinkan.

Terbuat dari kayu yang mulai lapuk, catnya mengelupas, dan rangkanya tak lagi kokoh. Beberapa bagian pernah retak karena tak kuat menahan beban panci kuah dan perlengkapan lainnya.

Suatu hari, saat melintasi jalan yang tidak rata, gerobak kayu itu sempat terlepas dan jatuh. Kuah tumpah. Dagangan rusak. Hari itu Pak Khoaeri pulang tanpa membawa hasil.

Padahal dari bakso itulah ia menafkahi keluarganya.

Dengan penghasilan yang tidak menentu dan kondisi alat usaha yang sudah tidak layak, Pak Khoaeri termasuk dalam kategori mustahik yang berhak menerima pendayagunaan zakat produktif.


Zakat Produktif yang Menguatkan Langkah

Melalui amanah zakat maal dari para muzakki, ULAZ MKU ANDA menyalurkan bantuan berupa gerobak bakso baru berbahan logam yang lebih kokoh dan aman.

Total biaya pembuatan gerobak ini sebesar Rp2.000.000.

Gerobak tersebut dilengkapi dengan:

✅ Rangka besi yang kuat dan tahan lama
✅ Desain stabil untuk dipasang di belakang motor
✅ Konstruksi lebih aman agar tidak mudah terlepas
✅ Tampilan lebih bersih dan profesional

Gerobak ini dirancang khusus agar lebih aman saat digunakan berkendara, sekaligus meningkatkan kepercayaan pelanggan.

Saat gerobak logam itu pertama kali diterima, senyum Pak Khoaeri langsung merekah.

“Alhamdulillah, sekarang lebih aman dan lebih bagus,” ujarnya dengan wajah penuh syukur.

Beberapa pelanggan setianya pun ikut memuji.

“Sekarang gerobaknya baru ya, Pak. Lebih rapi dan bersih,” kata salah satu pelanggan.

Pujian sederhana itu membuatnya semakin percaya diri.


Dampak yang Mulai Terlihat

Sejak menggunakan gerobak baru:

1️⃣ Lebih Aman Saat Berjualan
Ia tidak lagi dihantui rasa khawatir gerobak terlepas saat motor melaju.

2️⃣ Kepercayaan Pelanggan Meningkat
Tampilan yang lebih rapi membuat pembeli lebih nyaman.

3️⃣ Risiko Kerugian Berkurang
Potensi dagangan tumpah dan rusak dapat diminimalkan.

4️⃣ Pendapatan Lebih Stabil
Dengan alat yang lebih layak, ia bisa berjualan lebih konsisten dan menjangkau lebih banyak titik.

Perubahan ini mungkin terlihat sederhana.

Namun bagi Pak Khoaeri dan keluarganya, gerobak senilai Rp2 juta itu adalah penguat harapan.


Zakat yang Menjadi Jalan Kemandirian

Zakat tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga menguatkan kehidupan.

Melalui zakat produktif, mustahik diberi kesempatan memperbaiki alat usaha dan meningkatkan penghasilan secara berkelanjutan.

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka…” (QS. At-Taubah: 103)

Gerobak logam yang kini kokoh itu adalah bukti bahwa zakat yang Anda tunaikan benar-benar bekerja.


Masih Banyak yang Perlu Dikuatkan

Rp2.000.000 mungkin terlihat sederhana.

Namun bagi satu keluarga, itu bisa menjadi titik balik ekonomi.

Pak Khoaeri hanyalah satu dari banyak pelaku usaha kecil yang berjuang dengan peralatan seadanya.

Mari terus tunaikan zakat melalui ULAZ MKU ANDA agar lebih banyak mustahik yang dapat bangkit dan mandiri.

Karena setiap zakat yang Anda keluarkan,
bisa menjadi alasan seseorang tersenyum lebih tenang hari ini.

Kebaikan Anda,
menguatkan langkah mereka.

Laporan Penyaluran Bantuan Banjir Bandang
Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang, 17 -12 – 2025

Latar Belakang Bencana

Banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang pada akhir tahun 2025 memberikan dampak yang sangat luas, salah satunya di Desa Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak. Curah hujan tinggi di wilayah hulu menyebabkan luapan sungai dan aliran air bercampur lumpur menghantam permukiman warga yang berada di bantaran Sungai Alur Simpang.

Arus deras datang secara tiba-tiba, merusak rumah-rumah warga, menghanyutkan perabotan, serta meninggalkan endapan lumpur yang sangat tebal. Infrastruktur dasar terganggu, termasuk akses jalan dan jaringan listrik, membuat warga berada dalam kondisi darurat berkepanjangan.


Kondisi Warga Pascabencana

Saat tim dan relawan memasuki Lubuk Sidup, sekitar 21 hari setelah banjir bandang besar terjadi, kondisi di lapangan masih sangat memprihatinkan.

  • Hujan masih turun

  • Kampung masih gelap dan belum dialiri listrik

  • Akses dan aktivitas warga sangat terbatas, terutama pada malam hari

  • Lingkungan permukiman masih dipenuhi lumpur dan puing

Sebagian warga bertahan di sekitar masjid, sementara lainnya mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi demi menghindari potensi luapan banjir susulan. Masjid yang menjadi pusat aktivitas warga terdampak parah, dengan lumpur setebal hampir 1 meter menutupi lantai dan ruang utama, sehingga tidak dapat digunakan.

Di Lubuk Sidup, sekitar ±700 jiwa atau ±150 kepala keluarga (KK) terdampak langsung. Banyak rumah hancur dan rusak berat, tidak lagi layak ditempati.


Mengapa Lubuk Sidup Menjadi Titik Penyaluran Bantuan

Meski telah berlalu hampir tiga pekan sejak bencana besar, kondisi Lubuk Sidup menunjukkan bahwa fase pemulihan belum benar-benar dimulai. Ketiadaan listrik, keterbatasan air bersih, serta rusaknya fasilitas umum membuat warga masih bertahan dalam kondisi darurat.

Atas dasar besarnya dampak, keterisolasian wilayah, dan kebutuhan dasar warga yang belum terpenuhi, Lubuk Sidup dipilih sebagai salah satu titik prioritas penyaluran bantuan.


Sebagai amanah dari para donatur, LAZ MKU menyalurkan bantuan kemanusiaan yang difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar, pemulihan penerangan, air bersih, dan dukungan kehidupan warga pascabencana.

Jenis Bantuan yang Disalurkan

Bantuan yang disalurkan meliputi:

  1. Terpal – untuk peneduh dan kebutuhan darurat

  2. Alas tidur – membantu warga beristirahat lebih layak

  3. Genset beserta BBM – untuk menghidupkan kembali listrik

  4. Sembako, terdiri dari:

    • Beras

    • Minyak goreng

    • Sarden

  5. Tandon air beserta pipa instalasi – mendukung ketersediaan air bersih

  6. Jajanan/snack/makanan ringan – khususnya untuk anak-anak dan warga di masa darurat

  7. Lampu LED dan peralatan kelistrikan – sebagai sumber penerangan di titik-titik vital

Bantuan disalurkan melalui koordinasi dengan relawan dan tokoh setempat agar tepat sasaran dan benar-benar menjangkau warga terdampak.


Aksi Relawan di Lapangan

Selain penyaluran logistik, relawan juga melakukan aksi langsung di lapangan sebagai bagian dari pemulihan awal:

  1. Menyalakan genset dan menghidupkan listrik serta lampu
    Setelah berminggu-minggu berada dalam kegelapan, area sekitar masjid kembali terang

  2. Pembersihan lumpur tebal di dalam masjid
    Lumpur setinggi hampir 1 meter dibersihkan secara gotong royong bersama relawan lain dan warga, agar masjid kembali berfungsi sebagai:

    • Tempat ibadah

    • Titik kumpul warga

    • Pusat aktivitas kemanusiaan


Penyaluran Bantuan di Tengah Malam

Sebagian bantuan disalurkan pada malam hari, sekitar pukul 23.00, di tengah kondisi hujan yang masih turun dan keterbatasan penerangan. Kampung yang berada persis di pinggir Sungai Alur Simpang masih diselimuti suasana mencekam.

Dokumentasi penyaluran pada malam hari mungkin tidak menampilkan pencahayaan yang sempurna, namun ia merekam satu hal yang sangat nyata:
kehadiran bantuan di saat warga paling membutuhkan, bahkan ketika kondisi tidak ideal.


Dampak Kebaikan Donatur

Dari amanah kebaikan para donatur:

  • Warga kembali memiliki penerangan di tengah gelap pascabencana

  • Masjid kembali dapat digunakan sebagai pusat ibadah dan kebersamaan

  • Kebutuhan pangan dan air bersih mulai terpenuhi

  • Beban hidup warga di masa darurat berkurang

  • Warga memiliki ruang untuk bertahan dan menata ulang kehidupan

Bantuan ini mungkin belum memulihkan segalanya, tetapi menjadi titik awal bangkitnya harapan di Lubuk Sidup.


Kebutuhan Lanjutan

Hingga laporan ini disusun, Lubuk Sidup masih membutuhkan dukungan berkelanjutan, khususnya untuk:

  • pemulihan hunian warga

  • pemenuhan air bersih jangka menengah

  • perbaikan fasilitas umum

  • pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi warga

Masa pemulihan masih panjang, dan dukungan donatur tetap menjadi kekuatan utama.


Lubuk Sidup mengajarkan bahwa bencana tidak berhenti ketika air surut. Bahkan setelah berminggu-minggu, warga masih hidup dalam keterbatasan.

Terima kasih telah menghadirkan cahaya di tempat yang lama gelap.
Terima kasih telah membersamai warga, bahkan ketika bencana tidak lagi viral.

Dari donasi Anda, Lubuk Sidup kembali menyala.

Laporan Respon Banjir & Longsor

Palembayan, Kabupaten Agam – Sumatera Barat

“Ketika Kamera Pergi, Warga Masih Bertahan”


Ketika Palembayan Tak Lagi Jadi Berita

Hujan sudah reda.
Kamera media telah berpindah.
Linimasa tak lagi ramai membicarakan Palembayan.

Namun di balik sunyinya pemberitaan, warga Palembayan masih berjibaku dengan dampak bencana yang belum selesai.

Banjir dan longsor yang melanda Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada akhir November 2025, bukan hanya merobohkan rumah dan jembatan, tetapi juga memutus akses hidup ribuan warga — air bersih, listrik, pangan, dan rasa aman.

Inilah laporan kami, agar Palembayan tidak benar-benar dilupakan.


Gambaran Umum Bencana

Bencana banjir dan longsor melanda wilayah Palembayan dan sekitarnya, termasuk Jorong Sebarang Aia dan Nagari Koto Alam, dengan dampak yang sangat luas:

  • ± 1.100 warga terdampak

  • Rumah warga rusak dan rata dengan tanah

  • Jalan utama tertutup lumpur dan material longsor

  • Beberapa jembatan putus, menyisakan jembatan darurat

  • Listrik padam di banyak titik, alhamdulilah kini sudah teratasi

  • Sistem air bersih (PAMSIMAS) rusak total

  • Sejumlah wilayah sempat terisolasi, hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki dan memanggul logistik

Perjalanan dari posko menuju lokasi terdampak membutuhkan waktu 5–6 jam, melalui medan rawan longsor susulan.


Kondisi Lapangan: Bertahan dengan Apa yang Ada

Di Jorong Sebarang Aia, warga bertahan dengan kondisi yang sangat terbatas:

  • Air bersih menjadi barang langka

  • Aktivitas ibadah dan sosial terhenti karena listrik padam

  • Logistik harus dibawa manual melewati jembatan darurat

  • Dapur umum menjadi satu-satunya penopang kebutuhan makan harian

Bagi warga, bencana ini bukan sekadar peristiwa, tetapi awal dari masa sulit yang panjang.


Aksi Kemanusiaan di Tengah Keterbatasan

Di tengah kondisi tersebut, tim relawan dan mitra kemanusiaan melakukan respon darurat dan pemulihan awal, di antaranya:

🔹 Distribusi Logistik & Dapur Umum

  • Penyaluran sembako dan sayur-mayur

  • Penguatan dapur umum untuk warga terdampak

🔹 Pemulihan Akses Dasar

  • Pengiriman genset dan pompa air

  • Listrik di mushola kembali menyala

  • Mushola kembali berfungsi sebagai:

    • pusat ibadah

    • titik kumpul warga

    • pos kegiatan kemanusiaan

🔹 Layanan Kesehatan

  • Pemeriksaan kesehatan gratis

  • Penanganan keluhan kesehatan warga pascabencana

Aksi-aksi ini belum menghapus penderitaan, tetapi setidaknya mengembalikan harapan bahwa mereka tidak sendirian.


Tantangan yang Masih Dihadapi

Meski bantuan awal telah tersalurkan, tantangan Palembayan belum berakhir:

  • ❗ Akses logistik masih sulit dan rawan

  • ❗ Air bersih belum pulih

  • ❗ Bendungan irigasi rusak, sawah terancam gagal panen

  • ❗ Pemulihan ekonomi warga belum dimulai

Inilah fase yang sering luput dari perhatian:
fase pemulihan, saat bencana sudah tidak viral, tetapi kebutuhan justru semakin nyata.


Mengapa Dukungan Masih Sangat Dibutuhkan?

Karena bencana tidak selesai saat air surut.
Karena luka tidak sembuh hanya dengan satu kali bantuan.
Karena Palembayan masih butuh waktu, tenaga, dan kebersamaan.

Ke depan, kebutuhan mendesak masih meliputi:

  • Penguatan dapur umum

  • Distribusi air bersih berkelanjutan

  • Pemulihan sarana ibadah dan fasilitas warga

  • Dukungan logistik lanjutan

  • Pendampingan warga menuju fase recovery

Semua ini tidak bisa berjalan tanpa dukungan para donatur dan masyarakat luas.


Agar Palembayan Tidak Sendiri

Laporan ini kami sampaikan bukan sekadar sebagai pertanggungjawaban,
tetapi sebagai pengingat:

Bahwa di Palembayan, Agam, ada warga yang masih menunggu pulih.
Bahwa kepedulian tidak harus viral untuk tetap bermakna.

Selama masa pemulihan masih panjang,
kami berkomitmen untuk terus hadir —
dan berharap Anda tetap membersamai.

Karena ketika perhatian berkurang,
kepedulian justru diuji.

Di sebuah rumah sederhana di Jl. Kaliwiru, Semarang, tinggal seorang ibu bernama Bu Triani Hadi Kartika Sari (41 tahun). Hidupnya tidak pernah mudah. Dengan kondisi low vision, penglihatannya buram dan sering membuat aktivitas harian terasa berat. Namun semangatnya justru terang—terutama untuk membantu perekonomian keluarga.

Suaminya adalah guru honorer tunanetra di SLB Semarang, dengan penghasilan sekitar Rp600.000 per bulan. Meski serba kekurangan, keduanya tetap ingin mandiri dan tidak ingin menjadi beban.


Usaha Minuman Kecil yang Menjadi Harapan

Mengandalkan sedikit kemampuan penglihatannya, Bu Triani merintis usaha minuman kemasan rumahan. Ia membuat jus, dan minuman segar lainnya. Setiap gelas ia siapkan perlahan, berhati-hati agar tak tumpah—karena ia tidak bisa melihat jelas garis isian pada gelas.

Usaha itu memberikan keuntungan sekitar Rp300.000 per bulan, cukup membantu tapi belum mampu mencukupi kebutuhan keluarga.

Kesulitannya bukan hanya karena low vision, tetapi juga karena peralatan usahanya sangat terbatas. Ia tidak punya mesin es, tidak punya box penyimpanan dingin, dan tidak punya tempat display minuman yang layak.

Namun ia tetap berusaha.


Zakat Maal yang Menguatkan Langkah Bu Triani

Melihat perjuangan Bu Triani, ULAZ MKU ANDA menyalurkan bantuan zakat maal pemberdayaan berupa:

✅ Box Cooler

Agar minuman tetap dingin, higienis, dan bisa dipasarkan dalam jumlah lebih banyak.

✅ Mesin Pembuat Es Portable

Dulu Bu Triani harus membeli es batu setiap hari. Sekarang ia bisa memproduksi es sendiri lebih hemat dan lebih cepat.

✅ Drink Jar

Sebagai wadah display minuman, membuat tampilannya lebih profesional dan menarik pembeli.

Bantuan ini bukan sekadar barang, tetapi modal kepercayaan dan dorongan agar beliau bisa bangkit lebih kuat.


Dampak Bantuan bagi Bu Triani dan Keluarganya

1. Produksi Minuman Lebih Cepat & Efisien

Dengan mesin es, Bu Triani tidak lagi menunggu atau membeli es di luar.
Dengan drink jar, ia tidak perlu menakar satu-satu dari wadah seadanya.
Dengan box cooler, ia bisa menyimpan sekaligus menjual dalam kondisi lebih segar.

Waktunya lebih hemat, tenaganya lebih ringan, dan proses produksi jauh lebih rapi.

2. Keuntungan Bulanan Meningkat

Karena bisa memproduksi lebih banyak dan tampil lebih menarik, pesanan mulai bertambah.
Tetangga dan warga sekitar lebih tertarik membeli minuman yang tampilannya rapi dan higienis.

Keuntungan usahanya mulai naik dari yang sebelumnya ± Rp300.000 per bulan, menjadi lebih stabil dan bertahap meningkat seiring kapasitas produksi yang kini memadai.

3. Kemandirian Ekonomi Keluarga Kian Kuat

Tambahan penghasilan dari usaha minuman ini menjadi penopang penting bagi keluarga Bu Triani—yang sebelumnya hanya bergantung pada gaji suami yang tidak seberapa.

Bantuan ini memberikan:

  • Nafas baru bagi ekonomi keluarga

  • Rasa percaya diri bahwa mereka mampu mandiri

  • Kesempatan bagi Bu Triani untuk tetap produktif meski dengan low vision

  • Ketenangan bagi suami untuk mengajar anak berkebutuhan khusus tanpa mengkhawatirkan kebutuhan rumah tangga

Zakat maal yang disalurkan tidak hanya meringankan hidup mereka, tetapi benar-benar mengubahnya.

Setiap kebaikan yang tersampaikan kepada Bu Triani adalah bukti bahwa zakat dan donasi dari para dermawan mampu mengubah kehidupan seseorang—pelan namun pasti. Dari seorang ibu yang berjuang dengan penglihatan terbatas, kini ia bangkit lebih mandiri, kuat, dan percaya diri menjalankan usahanya.

Masih banyak Bu Triani lain di luar sana.
Masih banyak keluarga dengan keterbatasan yang sedang berusaha berdiri.
Dan setiap bantuan, sekecil apa pun, bisa menjadi titik awal perubahan besar bagi mereka.

Jika Anda tergerak untuk ikut menghadirkan perubahan, Anda dapat turut serta dalam program zakat maal dan pemberdayaan mustahik lainnya melalui ULAZ MKU ANDA.

Setiap rupiah yang Anda titipkan,
setiap doa yang Anda sertakan,
akan menjadi cahaya baru bagi keluarga-keluarga yang tengah berjuang.

Mari lanjutkan rantai kebaikan ini.
Kebaikan Anda, harapan mereka.
🌸

Klik Untuk Membantu

Respon Bencana Banjir Bandang Bumiayu & Longsor Situkung Banjarnegara
ULAZ MKU ANDA

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Alhamdulillah, amanah donasi dari para donatur telah kami salurkan untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak banjir bandang di Bumiayu, Brebes dan longsor besar di Situkung, Banjarnegara. Musibah ini meninggalkan luka mendalam dan mengguncang kehidupan warga, namun di tengah situasi sulit tersebut, bantuan Anda menjadi penguat bagi mereka.


1. Respon Bencana Banjir Bandang – Bumiayu, Brebes

📍 Kondisi Lokasi

Banjir bandang yang terjadi di Bumiayu tidak hanya menggenangi rumah warga, tetapi juga memutus akses air bersih. Selama lebih dari dua minggu, warga kesulitan mendapatkan air karena jaringan PDAM rusak—padahal wilayah ini sangat bergantung pada aliran dari Gunung Slamet.

Banjir ini bukan kejadian tunggal. Potensi banjir susulan masih besar karena alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian di lereng Gunung Slamet. Warga hidup dalam kecemasan jika hujan deras kembali datang.

📦 Penyaluran Bantuan

Pada tahap pertama respon bencana, ULAZ MKU ANDA menyalurkan:

  • 40 paket Hygiene Kit
    untuk 40 penerima manfaat

Arah Program Selanjutnya: Wakaf Sumur Bor

Melihat parahnya kondisi air bersih, kami menetapkan program lanjutan berupa:

Pembangunan Wakaf Sumur Bor

Lokasi: Pondok As Shaff

Lokasi ini dipilih karena:

  • Warga sudah terbiasa mengambil air dari pondok ini saat kekurangan air

  • Ketika banjir, pondok menjadi salah satu titik penyelamat warga

  • Memperbesar manfaat pondok sebagai pusat dakwah dan layanan sosial

  • Sumur bor akan menjadi solusi jangka panjang menghadapi potensi banjir susulan

Dengan sumur bor, masyarakat tidak lagi bergantung sepenuhnya pada PDAM yang rawan rusak saat bencana.


2. Respon Bencana Longsor – Situkung, Banjarnegara

Kondisi Lokasi

Longsor besar memaksa 1.019 jiwa mengungsi ke 75 titik pengungsian.
Titik terbesar berada di:

  • GOR

  • Gedung Haji

  • SD setempat

  • Rumah-rumah warga yang menampung pengungsi

Situasi di tempat pengungsian penuh keterbatasan: padat, minim fasilitas, dan kebutuhan dasar sangat mendesak.

📦 Penyaluran Bantuan

ULAZ MKU ANDA menyalurkan:

  • 50 paket Hygiene Kit
    untuk 50 penerima manfaat

  • 8 kardus pakaian layak pakai
    hasil sortir dari lebih dari 15–16 kardus donasi pakaian
    (hanya dipilih yang benar-benar layak & pantas diberikan kepada pengungsi)

Program Masih Berlanjut

Saat laporan ini ditulis, bantuan masih terus berjalan, meliputi:

  • Trauma healing untuk anak-anak

  • Support logistik dapur umum

  • Pembagian pakaian dalam baru

  • Pendampingan untuk titik-titik pengungsian prioritas


Terima Kasih, Para Donatur

Setiap hygiene kit yang Anda berikan, setiap pakaian layak pakai yang disampaikan, setiap langkah trauma healing yang terlaksana—semuanya hadir karena kepedulian Anda.

Semoga Allah membalas kebaikan Anda dengan pahala yang berlipat ganda, melapangkan rezeki Anda, dan menjadikan setiap kebaikan ini sebagai amal jariyah yang tak putus. Aamiin.


Mengapa Kita Harus Terus Siaga Bencana?

Indonesia adalah negeri yang tak pernah jauh dari risiko bencana:
banjir, longsor, angin kencang, gempa, hingga kekeringan.

Bencana tidak menunggu kita siap.
Karena itu, kita harus mempersiapkan diri sebelum bencana berikutnya datang.

Melalui Program Siaga Bencana ULAZ MKU ANDA, kami berupaya:

  • mempercepat respon darurat,

  • menyediakan logistik bencana,

  • memastikan akses air bersih,

  • membangun sumur wakaf di titik rawan,

  • mendukung dapur umum & relawan lapangan,

  • menjaga keberlangsungan hidup penyintas bencana.

Kesiapsiagaan Anda hari ini bisa menjadi pertolongan bagi seseorang di saat musibah menimpa mereka.


Mari bersama kuatkan Program Siaga Bencana

Klik Untuk Donasi Siaga Bencana

Agar ketika bencana datang lagi, kita sudah siap membantu lebih cepat.
#KebaikanYangTerusTumbuh
ULAZ MKU ANDA

Laporan Distribusi Donasi: Tanggap Bencana Banjir Genuk, Semarang

Genuk, Kota Semarang – Kamis, 30 Oktober 2025

Sudah lebih dari sepuluh hari air belum benar-benar surut. Genangan masih menutupi jalanan di beberapa titik Dong Biru, Gebang Asri, Trimulyo, hingga Genuk Sari. Warga khawatir, sebab ini baru awal musim hujan — dan banjir sudah datang dua kali hanya dalam sepuluh hari.

Banjir pertama terjadi saat hujan deras mengguyur pada 21 Oktober 2025, sempat surut, lalu kembali merendam kawasan pada 25 Oktober 2025. Aktivitas warga terganggu, banyak yang kesulitan memasak, dan sebagian rumah masih dikelilingi air keruh.

Di tengah situasi itu, tim relawan ULAZ MKU ANDA hadir membawa bantuan darurat berupa 100 paket nasi bungkus bagi warga terdampak.

Bantuan sederhana ini mungkin tampak kecil, tapi di tengah kelelahan dan rasa cemas, setiap kotak nasi menjadi simbol kepedulian dan harapan. Warga menyambut tim dengan wajah lega — ada yang berkata lirih, “Alhamdulillah, masih ada yang peduli.”

Karena sejatinya, kebaikan tak perlu menunggu segalanya sempurna untuk bisa berarti.

Namun perjuangan belum usai. Genuk dan sekitarnya masih berpotensi mengalami banjir susulan, terutama saat puncak musim hujan pada Januari–Februari 2026 nanti. Karena itu, kami mengajak Anda untuk terus menyiapkan langkah kebaikan melalui:


🌧️ Program Dana Siaga Bencana ULAZ MKU ANDA

Bencana memang tidak pernah diharapkan, tetapi kita bisa selalu siap menghadapinya.

Dengan berdonasi ke Dana Siaga Bencana, Anda membantu menyediakan:
🍱 Logistik makanan cepat saji
🧺 Paket kebersihan & kebutuhan darurat
🚑 Dukungan relawan tanggap darurat di lokasi bencana

KLIK UNTUK BERDONASI


💚 Terima kasih kepada para donatur yang sudah menjadi bagian dari aksi kemanusiaan ini.
Semoga setiap bantuan yang tersalurkan menjadi amal jariyah yang mengalir tanpa henti.

🤝 ULAZ MKU ANDA — Bersama, #KebaikanYangTerusTumbuh