Di sebuah rumah kontrakan sederhana di wilayah Bangetayu, Genuk, Kota Semarang, tinggal seorang siswa SMK swasta (nama dirahasiakan demi menjaga privasi).

Ia adalah anak dari Ibu Dwi Hartanti, seorang pekerja di usaha fotokopi.

Beberapa waktu lalu, tim ULAZ MKU ANDA melakukan survei langsung ke kediamannya. Dari pertemuan itu, terungkap kondisi ekonomi keluarga yang sedang tidak baik-baik saja.


Penghasilan yang Terus Menurun

Ibu Dwi sebelumnya bekerja hampir setiap hari di tempat fotokopi. Namun beberapa bulan terakhir, kondisi usaha tempatnya bekerja mengalami penurunan.

Omzet menurun.
Hari kerja dikurangi.

Kini ia hanya bekerja sekitar 15 hari dalam sebulan—sehari masuk, sehari libur.

Penghasilannya otomatis ikut berkurang.

Sementara itu, sang ayah bekerja sebagai buruh sekaligus sopir di sebuah pabrik. Penghasilannya cukup untuk kebutuhan dasar, tetapi belum mampu menutup seluruh beban keluarga.

Keluarga ini juga memiliki kewajiban cicilan dan utang di bank maupun koperasi, yang sebagian digunakan untuk kebutuhan kontrakan dan biaya hidup sebelumnya.

Di tengah tekanan ekonomi tersebut, biaya pendidikan anak terpaksa menjadi prioritas yang sulit dipenuhi.


Pendidikan yang Hampir Tertunda

Sebagai siswa SMK swasta, kebutuhan biaya sekolah tidak sedikit.

Ada SPP yang harus dibayar.
Ada biaya praktik.
Ada kebutuhan perlengkapan sekolah.

Di tengah kondisi penghasilan yang menurun dan kewajiban utang yang berjalan, orang tua harus mengatur ulang prioritas.

Biaya pendidikan sempat terancam tertunda.

Bukan karena tidak peduli.
Tetapi karena kemampuan yang memang sedang terbatas.


Zakat yang Menjaga Masa Depan

Melalui program penyaluran zakat maal bidang pendidikan, ULAZ MKU ANDA menyalurkan bantuan sebesar Rp1.000.000 untuk membantu kebutuhan pendidikan siswa tersebut.

Bantuan ini digunakan untuk:

✅ Membantu pembayaran administrasi sekolah
✅ Mengurangi beban tunggakan
✅ Menjaga agar proses belajar tetap berjalan

Dana tersebut berasal dari zakat para muzakki yang dititipkan melalui lembaga.

Bagi sebagian orang, Rp1 juta mungkin bukan angka besar.

Namun bagi keluarga ini, bantuan tersebut menjadi ruang napas di tengah himpitan.

Ibu Dwi menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima.

“Alhamdulillah, ini sangat membantu sekali untuk sekolah anak kami,” tuturnya.


Zakat yang Menguatkan Harapan

Pendidikan adalah salah satu jalan paling penting untuk memutus rantai kesulitan ekonomi.

Ketika zakat disalurkan untuk menjaga keberlangsungan sekolah anak dhuafa, maka yang kita jaga bukan hanya biaya bulan ini—tetapi masa depan beberapa tahun ke depan.

Allah berfirman:

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka…” (QS. At-Taubah: 103)

Zakat yang Anda tunaikan kini telah menjadi penjaga harapan bagi satu keluarga di Bangetayu.


Masih Banyak yang Berjuang Diam-Diam

Kondisi ekonomi yang tidak menentu membuat banyak keluarga mengalami penurunan penghasilan.

Ada yang jam kerjanya dikurangi.
Ada yang penghasilannya tidak stabil.
Ada yang harus menanggung cicilan di tengah pemasukan yang menurun.

Dan di antara semua itu, pendidikan anak sering kali menjadi hal yang paling mudah dikorbankan.

Mari terus tunaikan zakat melalui ULAZ MKU ANDA agar lebih banyak anak dari keluarga dhuafa tetap bisa melanjutkan pendidikan mereka.

Setiap zakat yang Anda keluarkan,
adalah penjaga mimpi mereka.

Kebaikan Anda hari ini,
menjadi kekuatan bagi masa depan mereka

 

Di sebuah sudut kota Semarang, Pak Khoaeri setiap hari berjualan bakso keliling menggunakan motor.

Model jualannya dikenal sebagai “bakso ojek” — gerobak bakso diletakkan di belakang jok motor, lalu ia berkeliling dari kampung ke kampung menyapa pelanggan setianya.

Namun gerobak yang digunakannya selama ini sudah sangat memprihatinkan.

Terbuat dari kayu yang mulai lapuk, catnya mengelupas, dan rangkanya tak lagi kokoh. Beberapa bagian pernah retak karena tak kuat menahan beban panci kuah dan perlengkapan lainnya.

Suatu hari, saat melintasi jalan yang tidak rata, gerobak kayu itu sempat terlepas dan jatuh. Kuah tumpah. Dagangan rusak. Hari itu Pak Khoaeri pulang tanpa membawa hasil.

Padahal dari bakso itulah ia menafkahi keluarganya.

Dengan penghasilan yang tidak menentu dan kondisi alat usaha yang sudah tidak layak, Pak Khoaeri termasuk dalam kategori mustahik yang berhak menerima pendayagunaan zakat produktif.


Zakat Produktif yang Menguatkan Langkah

Melalui amanah zakat maal dari para muzakki, ULAZ MKU ANDA menyalurkan bantuan berupa gerobak bakso baru berbahan logam yang lebih kokoh dan aman.

Total biaya pembuatan gerobak ini sebesar Rp2.000.000.

Gerobak tersebut dilengkapi dengan:

✅ Rangka besi yang kuat dan tahan lama
✅ Desain stabil untuk dipasang di belakang motor
✅ Konstruksi lebih aman agar tidak mudah terlepas
✅ Tampilan lebih bersih dan profesional

Gerobak ini dirancang khusus agar lebih aman saat digunakan berkendara, sekaligus meningkatkan kepercayaan pelanggan.

Saat gerobak logam itu pertama kali diterima, senyum Pak Khoaeri langsung merekah.

“Alhamdulillah, sekarang lebih aman dan lebih bagus,” ujarnya dengan wajah penuh syukur.

Beberapa pelanggan setianya pun ikut memuji.

“Sekarang gerobaknya baru ya, Pak. Lebih rapi dan bersih,” kata salah satu pelanggan.

Pujian sederhana itu membuatnya semakin percaya diri.


Dampak yang Mulai Terlihat

Sejak menggunakan gerobak baru:

1️⃣ Lebih Aman Saat Berjualan
Ia tidak lagi dihantui rasa khawatir gerobak terlepas saat motor melaju.

2️⃣ Kepercayaan Pelanggan Meningkat
Tampilan yang lebih rapi membuat pembeli lebih nyaman.

3️⃣ Risiko Kerugian Berkurang
Potensi dagangan tumpah dan rusak dapat diminimalkan.

4️⃣ Pendapatan Lebih Stabil
Dengan alat yang lebih layak, ia bisa berjualan lebih konsisten dan menjangkau lebih banyak titik.

Perubahan ini mungkin terlihat sederhana.

Namun bagi Pak Khoaeri dan keluarganya, gerobak senilai Rp2 juta itu adalah penguat harapan.


Zakat yang Menjadi Jalan Kemandirian

Zakat tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga menguatkan kehidupan.

Melalui zakat produktif, mustahik diberi kesempatan memperbaiki alat usaha dan meningkatkan penghasilan secara berkelanjutan.

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka…” (QS. At-Taubah: 103)

Gerobak logam yang kini kokoh itu adalah bukti bahwa zakat yang Anda tunaikan benar-benar bekerja.


Masih Banyak yang Perlu Dikuatkan

Rp2.000.000 mungkin terlihat sederhana.

Namun bagi satu keluarga, itu bisa menjadi titik balik ekonomi.

Pak Khoaeri hanyalah satu dari banyak pelaku usaha kecil yang berjuang dengan peralatan seadanya.

Mari terus tunaikan zakat melalui ULAZ MKU ANDA agar lebih banyak mustahik yang dapat bangkit dan mandiri.

Karena setiap zakat yang Anda keluarkan,
bisa menjadi alasan seseorang tersenyum lebih tenang hari ini.

Kebaikan Anda,
menguatkan langkah mereka.

Laporan Penyaluran Bantuan Banjir Bandang
Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang, 17 -12 – 2025

Latar Belakang Bencana

Banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang pada akhir tahun 2025 memberikan dampak yang sangat luas, salah satunya di Desa Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak. Curah hujan tinggi di wilayah hulu menyebabkan luapan sungai dan aliran air bercampur lumpur menghantam permukiman warga yang berada di bantaran Sungai Alur Simpang.

Arus deras datang secara tiba-tiba, merusak rumah-rumah warga, menghanyutkan perabotan, serta meninggalkan endapan lumpur yang sangat tebal. Infrastruktur dasar terganggu, termasuk akses jalan dan jaringan listrik, membuat warga berada dalam kondisi darurat berkepanjangan.


Kondisi Warga Pascabencana

Saat tim dan relawan memasuki Lubuk Sidup, sekitar 21 hari setelah banjir bandang besar terjadi, kondisi di lapangan masih sangat memprihatinkan.

  • Hujan masih turun

  • Kampung masih gelap dan belum dialiri listrik

  • Akses dan aktivitas warga sangat terbatas, terutama pada malam hari

  • Lingkungan permukiman masih dipenuhi lumpur dan puing

Sebagian warga bertahan di sekitar masjid, sementara lainnya mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi demi menghindari potensi luapan banjir susulan. Masjid yang menjadi pusat aktivitas warga terdampak parah, dengan lumpur setebal hampir 1 meter menutupi lantai dan ruang utama, sehingga tidak dapat digunakan.

Di Lubuk Sidup, sekitar ±700 jiwa atau ±150 kepala keluarga (KK) terdampak langsung. Banyak rumah hancur dan rusak berat, tidak lagi layak ditempati.


Mengapa Lubuk Sidup Menjadi Titik Penyaluran Bantuan

Meski telah berlalu hampir tiga pekan sejak bencana besar, kondisi Lubuk Sidup menunjukkan bahwa fase pemulihan belum benar-benar dimulai. Ketiadaan listrik, keterbatasan air bersih, serta rusaknya fasilitas umum membuat warga masih bertahan dalam kondisi darurat.

Atas dasar besarnya dampak, keterisolasian wilayah, dan kebutuhan dasar warga yang belum terpenuhi, Lubuk Sidup dipilih sebagai salah satu titik prioritas penyaluran bantuan.


Sebagai amanah dari para donatur, LAZ MKU menyalurkan bantuan kemanusiaan yang difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar, pemulihan penerangan, air bersih, dan dukungan kehidupan warga pascabencana.

Jenis Bantuan yang Disalurkan

Bantuan yang disalurkan meliputi:

  1. Terpal – untuk peneduh dan kebutuhan darurat

  2. Alas tidur – membantu warga beristirahat lebih layak

  3. Genset beserta BBM – untuk menghidupkan kembali listrik

  4. Sembako, terdiri dari:

    • Beras

    • Minyak goreng

    • Sarden

  5. Tandon air beserta pipa instalasi – mendukung ketersediaan air bersih

  6. Jajanan/snack/makanan ringan – khususnya untuk anak-anak dan warga di masa darurat

  7. Lampu LED dan peralatan kelistrikan – sebagai sumber penerangan di titik-titik vital

Bantuan disalurkan melalui koordinasi dengan relawan dan tokoh setempat agar tepat sasaran dan benar-benar menjangkau warga terdampak.


Aksi Relawan di Lapangan

Selain penyaluran logistik, relawan juga melakukan aksi langsung di lapangan sebagai bagian dari pemulihan awal:

  1. Menyalakan genset dan menghidupkan listrik serta lampu
    Setelah berminggu-minggu berada dalam kegelapan, area sekitar masjid kembali terang

  2. Pembersihan lumpur tebal di dalam masjid
    Lumpur setinggi hampir 1 meter dibersihkan secara gotong royong bersama relawan lain dan warga, agar masjid kembali berfungsi sebagai:

    • Tempat ibadah

    • Titik kumpul warga

    • Pusat aktivitas kemanusiaan


Penyaluran Bantuan di Tengah Malam

Sebagian bantuan disalurkan pada malam hari, sekitar pukul 23.00, di tengah kondisi hujan yang masih turun dan keterbatasan penerangan. Kampung yang berada persis di pinggir Sungai Alur Simpang masih diselimuti suasana mencekam.

Dokumentasi penyaluran pada malam hari mungkin tidak menampilkan pencahayaan yang sempurna, namun ia merekam satu hal yang sangat nyata:
kehadiran bantuan di saat warga paling membutuhkan, bahkan ketika kondisi tidak ideal.


Dampak Kebaikan Donatur

Dari amanah kebaikan para donatur:

  • Warga kembali memiliki penerangan di tengah gelap pascabencana

  • Masjid kembali dapat digunakan sebagai pusat ibadah dan kebersamaan

  • Kebutuhan pangan dan air bersih mulai terpenuhi

  • Beban hidup warga di masa darurat berkurang

  • Warga memiliki ruang untuk bertahan dan menata ulang kehidupan

Bantuan ini mungkin belum memulihkan segalanya, tetapi menjadi titik awal bangkitnya harapan di Lubuk Sidup.


Kebutuhan Lanjutan

Hingga laporan ini disusun, Lubuk Sidup masih membutuhkan dukungan berkelanjutan, khususnya untuk:

  • pemulihan hunian warga

  • pemenuhan air bersih jangka menengah

  • perbaikan fasilitas umum

  • pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi warga

Masa pemulihan masih panjang, dan dukungan donatur tetap menjadi kekuatan utama.


Lubuk Sidup mengajarkan bahwa bencana tidak berhenti ketika air surut. Bahkan setelah berminggu-minggu, warga masih hidup dalam keterbatasan.

Terima kasih telah menghadirkan cahaya di tempat yang lama gelap.
Terima kasih telah membersamai warga, bahkan ketika bencana tidak lagi viral.

Dari donasi Anda, Lubuk Sidup kembali menyala.

Laporan Respon Banjir & Longsor

Palembayan, Kabupaten Agam – Sumatera Barat

“Ketika Kamera Pergi, Warga Masih Bertahan”


Ketika Palembayan Tak Lagi Jadi Berita

Hujan sudah reda.
Kamera media telah berpindah.
Linimasa tak lagi ramai membicarakan Palembayan.

Namun di balik sunyinya pemberitaan, warga Palembayan masih berjibaku dengan dampak bencana yang belum selesai.

Banjir dan longsor yang melanda Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada akhir November 2025, bukan hanya merobohkan rumah dan jembatan, tetapi juga memutus akses hidup ribuan warga — air bersih, listrik, pangan, dan rasa aman.

Inilah laporan kami, agar Palembayan tidak benar-benar dilupakan.


Gambaran Umum Bencana

Bencana banjir dan longsor melanda wilayah Palembayan dan sekitarnya, termasuk Jorong Sebarang Aia dan Nagari Koto Alam, dengan dampak yang sangat luas:

  • ± 1.100 warga terdampak

  • Rumah warga rusak dan rata dengan tanah

  • Jalan utama tertutup lumpur dan material longsor

  • Beberapa jembatan putus, menyisakan jembatan darurat

  • Listrik padam di banyak titik, alhamdulilah kini sudah teratasi

  • Sistem air bersih (PAMSIMAS) rusak total

  • Sejumlah wilayah sempat terisolasi, hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki dan memanggul logistik

Perjalanan dari posko menuju lokasi terdampak membutuhkan waktu 5–6 jam, melalui medan rawan longsor susulan.


Kondisi Lapangan: Bertahan dengan Apa yang Ada

Di Jorong Sebarang Aia, warga bertahan dengan kondisi yang sangat terbatas:

  • Air bersih menjadi barang langka

  • Aktivitas ibadah dan sosial terhenti karena listrik padam

  • Logistik harus dibawa manual melewati jembatan darurat

  • Dapur umum menjadi satu-satunya penopang kebutuhan makan harian

Bagi warga, bencana ini bukan sekadar peristiwa, tetapi awal dari masa sulit yang panjang.


Aksi Kemanusiaan di Tengah Keterbatasan

Di tengah kondisi tersebut, tim relawan dan mitra kemanusiaan melakukan respon darurat dan pemulihan awal, di antaranya:

🔹 Distribusi Logistik & Dapur Umum

  • Penyaluran sembako dan sayur-mayur

  • Penguatan dapur umum untuk warga terdampak

🔹 Pemulihan Akses Dasar

  • Pengiriman genset dan pompa air

  • Listrik di mushola kembali menyala

  • Mushola kembali berfungsi sebagai:

    • pusat ibadah

    • titik kumpul warga

    • pos kegiatan kemanusiaan

🔹 Layanan Kesehatan

  • Pemeriksaan kesehatan gratis

  • Penanganan keluhan kesehatan warga pascabencana

Aksi-aksi ini belum menghapus penderitaan, tetapi setidaknya mengembalikan harapan bahwa mereka tidak sendirian.


Tantangan yang Masih Dihadapi

Meski bantuan awal telah tersalurkan, tantangan Palembayan belum berakhir:

  • ❗ Akses logistik masih sulit dan rawan

  • ❗ Air bersih belum pulih

  • ❗ Bendungan irigasi rusak, sawah terancam gagal panen

  • ❗ Pemulihan ekonomi warga belum dimulai

Inilah fase yang sering luput dari perhatian:
fase pemulihan, saat bencana sudah tidak viral, tetapi kebutuhan justru semakin nyata.


Mengapa Dukungan Masih Sangat Dibutuhkan?

Karena bencana tidak selesai saat air surut.
Karena luka tidak sembuh hanya dengan satu kali bantuan.
Karena Palembayan masih butuh waktu, tenaga, dan kebersamaan.

Ke depan, kebutuhan mendesak masih meliputi:

  • Penguatan dapur umum

  • Distribusi air bersih berkelanjutan

  • Pemulihan sarana ibadah dan fasilitas warga

  • Dukungan logistik lanjutan

  • Pendampingan warga menuju fase recovery

Semua ini tidak bisa berjalan tanpa dukungan para donatur dan masyarakat luas.


Agar Palembayan Tidak Sendiri

Laporan ini kami sampaikan bukan sekadar sebagai pertanggungjawaban,
tetapi sebagai pengingat:

Bahwa di Palembayan, Agam, ada warga yang masih menunggu pulih.
Bahwa kepedulian tidak harus viral untuk tetap bermakna.

Selama masa pemulihan masih panjang,
kami berkomitmen untuk terus hadir —
dan berharap Anda tetap membersamai.

Karena ketika perhatian berkurang,
kepedulian justru diuji.

Di sebuah rumah sederhana di Jl. Kaliwiru, Semarang, tinggal seorang ibu bernama Bu Triani Hadi Kartika Sari (41 tahun). Hidupnya tidak pernah mudah. Dengan kondisi low vision, penglihatannya buram dan sering membuat aktivitas harian terasa berat. Namun semangatnya justru terang—terutama untuk membantu perekonomian keluarga.

Suaminya adalah guru honorer tunanetra di SLB Semarang, dengan penghasilan sekitar Rp600.000 per bulan. Meski serba kekurangan, keduanya tetap ingin mandiri dan tidak ingin menjadi beban.


Usaha Minuman Kecil yang Menjadi Harapan

Mengandalkan sedikit kemampuan penglihatannya, Bu Triani merintis usaha minuman kemasan rumahan. Ia membuat jus, dan minuman segar lainnya. Setiap gelas ia siapkan perlahan, berhati-hati agar tak tumpah—karena ia tidak bisa melihat jelas garis isian pada gelas.

Usaha itu memberikan keuntungan sekitar Rp300.000 per bulan, cukup membantu tapi belum mampu mencukupi kebutuhan keluarga.

Kesulitannya bukan hanya karena low vision, tetapi juga karena peralatan usahanya sangat terbatas. Ia tidak punya mesin es, tidak punya box penyimpanan dingin, dan tidak punya tempat display minuman yang layak.

Namun ia tetap berusaha.


Zakat Maal yang Menguatkan Langkah Bu Triani

Melihat perjuangan Bu Triani, ULAZ MKU ANDA menyalurkan bantuan zakat maal pemberdayaan berupa:

✅ Box Cooler

Agar minuman tetap dingin, higienis, dan bisa dipasarkan dalam jumlah lebih banyak.

✅ Mesin Pembuat Es Portable

Dulu Bu Triani harus membeli es batu setiap hari. Sekarang ia bisa memproduksi es sendiri lebih hemat dan lebih cepat.

✅ Drink Jar

Sebagai wadah display minuman, membuat tampilannya lebih profesional dan menarik pembeli.

Bantuan ini bukan sekadar barang, tetapi modal kepercayaan dan dorongan agar beliau bisa bangkit lebih kuat.


Dampak Bantuan bagi Bu Triani dan Keluarganya

1. Produksi Minuman Lebih Cepat & Efisien

Dengan mesin es, Bu Triani tidak lagi menunggu atau membeli es di luar.
Dengan drink jar, ia tidak perlu menakar satu-satu dari wadah seadanya.
Dengan box cooler, ia bisa menyimpan sekaligus menjual dalam kondisi lebih segar.

Waktunya lebih hemat, tenaganya lebih ringan, dan proses produksi jauh lebih rapi.

2. Keuntungan Bulanan Meningkat

Karena bisa memproduksi lebih banyak dan tampil lebih menarik, pesanan mulai bertambah.
Tetangga dan warga sekitar lebih tertarik membeli minuman yang tampilannya rapi dan higienis.

Keuntungan usahanya mulai naik dari yang sebelumnya ± Rp300.000 per bulan, menjadi lebih stabil dan bertahap meningkat seiring kapasitas produksi yang kini memadai.

3. Kemandirian Ekonomi Keluarga Kian Kuat

Tambahan penghasilan dari usaha minuman ini menjadi penopang penting bagi keluarga Bu Triani—yang sebelumnya hanya bergantung pada gaji suami yang tidak seberapa.

Bantuan ini memberikan:

  • Nafas baru bagi ekonomi keluarga

  • Rasa percaya diri bahwa mereka mampu mandiri

  • Kesempatan bagi Bu Triani untuk tetap produktif meski dengan low vision

  • Ketenangan bagi suami untuk mengajar anak berkebutuhan khusus tanpa mengkhawatirkan kebutuhan rumah tangga

Zakat maal yang disalurkan tidak hanya meringankan hidup mereka, tetapi benar-benar mengubahnya.

Setiap kebaikan yang tersampaikan kepada Bu Triani adalah bukti bahwa zakat dan donasi dari para dermawan mampu mengubah kehidupan seseorang—pelan namun pasti. Dari seorang ibu yang berjuang dengan penglihatan terbatas, kini ia bangkit lebih mandiri, kuat, dan percaya diri menjalankan usahanya.

Masih banyak Bu Triani lain di luar sana.
Masih banyak keluarga dengan keterbatasan yang sedang berusaha berdiri.
Dan setiap bantuan, sekecil apa pun, bisa menjadi titik awal perubahan besar bagi mereka.

Jika Anda tergerak untuk ikut menghadirkan perubahan, Anda dapat turut serta dalam program zakat maal dan pemberdayaan mustahik lainnya melalui ULAZ MKU ANDA.

Setiap rupiah yang Anda titipkan,
setiap doa yang Anda sertakan,
akan menjadi cahaya baru bagi keluarga-keluarga yang tengah berjuang.

Mari lanjutkan rantai kebaikan ini.
Kebaikan Anda, harapan mereka.
🌸

Klik Untuk Membantu

Respon Bencana Banjir Bandang Bumiayu & Longsor Situkung Banjarnegara
ULAZ MKU ANDA

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Alhamdulillah, amanah donasi dari para donatur telah kami salurkan untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak banjir bandang di Bumiayu, Brebes dan longsor besar di Situkung, Banjarnegara. Musibah ini meninggalkan luka mendalam dan mengguncang kehidupan warga, namun di tengah situasi sulit tersebut, bantuan Anda menjadi penguat bagi mereka.


1. Respon Bencana Banjir Bandang – Bumiayu, Brebes

📍 Kondisi Lokasi

Banjir bandang yang terjadi di Bumiayu tidak hanya menggenangi rumah warga, tetapi juga memutus akses air bersih. Selama lebih dari dua minggu, warga kesulitan mendapatkan air karena jaringan PDAM rusak—padahal wilayah ini sangat bergantung pada aliran dari Gunung Slamet.

Banjir ini bukan kejadian tunggal. Potensi banjir susulan masih besar karena alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian di lereng Gunung Slamet. Warga hidup dalam kecemasan jika hujan deras kembali datang.

📦 Penyaluran Bantuan

Pada tahap pertama respon bencana, ULAZ MKU ANDA menyalurkan:

  • 40 paket Hygiene Kit
    untuk 40 penerima manfaat

Arah Program Selanjutnya: Wakaf Sumur Bor

Melihat parahnya kondisi air bersih, kami menetapkan program lanjutan berupa:

Pembangunan Wakaf Sumur Bor

Lokasi: Pondok As Shaff

Lokasi ini dipilih karena:

  • Warga sudah terbiasa mengambil air dari pondok ini saat kekurangan air

  • Ketika banjir, pondok menjadi salah satu titik penyelamat warga

  • Memperbesar manfaat pondok sebagai pusat dakwah dan layanan sosial

  • Sumur bor akan menjadi solusi jangka panjang menghadapi potensi banjir susulan

Dengan sumur bor, masyarakat tidak lagi bergantung sepenuhnya pada PDAM yang rawan rusak saat bencana.


2. Respon Bencana Longsor – Situkung, Banjarnegara

Kondisi Lokasi

Longsor besar memaksa 1.019 jiwa mengungsi ke 75 titik pengungsian.
Titik terbesar berada di:

  • GOR

  • Gedung Haji

  • SD setempat

  • Rumah-rumah warga yang menampung pengungsi

Situasi di tempat pengungsian penuh keterbatasan: padat, minim fasilitas, dan kebutuhan dasar sangat mendesak.

📦 Penyaluran Bantuan

ULAZ MKU ANDA menyalurkan:

  • 50 paket Hygiene Kit
    untuk 50 penerima manfaat

  • 8 kardus pakaian layak pakai
    hasil sortir dari lebih dari 15–16 kardus donasi pakaian
    (hanya dipilih yang benar-benar layak & pantas diberikan kepada pengungsi)

Program Masih Berlanjut

Saat laporan ini ditulis, bantuan masih terus berjalan, meliputi:

  • Trauma healing untuk anak-anak

  • Support logistik dapur umum

  • Pembagian pakaian dalam baru

  • Pendampingan untuk titik-titik pengungsian prioritas


Terima Kasih, Para Donatur

Setiap hygiene kit yang Anda berikan, setiap pakaian layak pakai yang disampaikan, setiap langkah trauma healing yang terlaksana—semuanya hadir karena kepedulian Anda.

Semoga Allah membalas kebaikan Anda dengan pahala yang berlipat ganda, melapangkan rezeki Anda, dan menjadikan setiap kebaikan ini sebagai amal jariyah yang tak putus. Aamiin.


Mengapa Kita Harus Terus Siaga Bencana?

Indonesia adalah negeri yang tak pernah jauh dari risiko bencana:
banjir, longsor, angin kencang, gempa, hingga kekeringan.

Bencana tidak menunggu kita siap.
Karena itu, kita harus mempersiapkan diri sebelum bencana berikutnya datang.

Melalui Program Siaga Bencana ULAZ MKU ANDA, kami berupaya:

  • mempercepat respon darurat,

  • menyediakan logistik bencana,

  • memastikan akses air bersih,

  • membangun sumur wakaf di titik rawan,

  • mendukung dapur umum & relawan lapangan,

  • menjaga keberlangsungan hidup penyintas bencana.

Kesiapsiagaan Anda hari ini bisa menjadi pertolongan bagi seseorang di saat musibah menimpa mereka.


Mari bersama kuatkan Program Siaga Bencana

Klik Untuk Donasi Siaga Bencana

Agar ketika bencana datang lagi, kita sudah siap membantu lebih cepat.
#KebaikanYangTerusTumbuh
ULAZ MKU ANDA

Laporan Distribusi Donasi: Tanggap Bencana Banjir Genuk, Semarang

Genuk, Kota Semarang – Kamis, 30 Oktober 2025

Sudah lebih dari sepuluh hari air belum benar-benar surut. Genangan masih menutupi jalanan di beberapa titik Dong Biru, Gebang Asri, Trimulyo, hingga Genuk Sari. Warga khawatir, sebab ini baru awal musim hujan — dan banjir sudah datang dua kali hanya dalam sepuluh hari.

Banjir pertama terjadi saat hujan deras mengguyur pada 21 Oktober 2025, sempat surut, lalu kembali merendam kawasan pada 25 Oktober 2025. Aktivitas warga terganggu, banyak yang kesulitan memasak, dan sebagian rumah masih dikelilingi air keruh.

Di tengah situasi itu, tim relawan ULAZ MKU ANDA hadir membawa bantuan darurat berupa 100 paket nasi bungkus bagi warga terdampak.

Bantuan sederhana ini mungkin tampak kecil, tapi di tengah kelelahan dan rasa cemas, setiap kotak nasi menjadi simbol kepedulian dan harapan. Warga menyambut tim dengan wajah lega — ada yang berkata lirih, “Alhamdulillah, masih ada yang peduli.”

Karena sejatinya, kebaikan tak perlu menunggu segalanya sempurna untuk bisa berarti.

Namun perjuangan belum usai. Genuk dan sekitarnya masih berpotensi mengalami banjir susulan, terutama saat puncak musim hujan pada Januari–Februari 2026 nanti. Karena itu, kami mengajak Anda untuk terus menyiapkan langkah kebaikan melalui:


🌧️ Program Dana Siaga Bencana ULAZ MKU ANDA

Bencana memang tidak pernah diharapkan, tetapi kita bisa selalu siap menghadapinya.

Dengan berdonasi ke Dana Siaga Bencana, Anda membantu menyediakan:
🍱 Logistik makanan cepat saji
🧺 Paket kebersihan & kebutuhan darurat
🚑 Dukungan relawan tanggap darurat di lokasi bencana

KLIK UNTUK BERDONASI


💚 Terima kasih kepada para donatur yang sudah menjadi bagian dari aksi kemanusiaan ini.
Semoga setiap bantuan yang tersalurkan menjadi amal jariyah yang mengalir tanpa henti.

🤝 ULAZ MKU ANDA — Bersama, #KebaikanYangTerusTumbuh

Laporan Penyaluran Donasi – Program Sedekah Air
ULAZ MKU ANDA – BMT ANDA

Air bersih. Sesuatu yang bagi sebagian orang tampak sederhana, tapi di wilayah Kelurahan Ngargotirto, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, air adalah anugerah yang selalu dinanti dengan cemas.

Musim hujan pun tak banyak membantu. Tanah yang gersang membuat sumur-sumur warga mengering, bahkan jika digali lebih dalam, bukan air yang muncul, melainkan gas. Sumber air umum ada, tapi tak cukup untuk memenuhi kebutuhan ratusan kepala keluarga.

“Kadang kami mikir dua kali mau nyuci, karena airnya lebih baik dipakai untuk minum,”
ujar salah satu warga Ngargotirto saat menerima bantuan air.

Masjid pun sering kesulitan menyediakan air wudhu.
Sebagian warga sempat berharap pada sambungan PDAM, tapi hanya sekitar 100 titik rumah yang bisa menikmati airnya.
Selepas itu, uji coba dihentikan karena debit air tidak mencukupi.

Tahun lalu, delapan kali upaya pengeboran sumur dilakukan, namun semuanya kering.
Namun, di tengah kesulitan itu, kebaikan Anda mengalir.


Air Bersih dari Donatur ULAZ MKU ANDA

Melalui Program Sedekah Air ULAZ MKU ANDA – BMT ANDA, air bersih didistribusikan ke empat titik tandon air milik warga di Kelurahan Ngargotirto.
Setidaknya 100 kepala keluarga kini bisa menikmati air bersih untuk kebutuhan sehari-hari: memasak, minum, dan berwudhu.

Truk tangki air datang membawa harapan.
Anak-anak menyambut dengan ember, ibu-ibu mengisi jeriken, dan para bapak tersenyum lega melihat tandon mulai terisi.

Bukan sekadar air yang mereka terima, tapi kelegaan setelah sekian lama hidup dengan rasa khawatir setiap kali menyalakan kran.


Bersama, Kita Terus Mengalirkan Kebaikan

Bantuan ini tidak akan berhenti di sini.
Kebutuhan air di Ngargotirto masih jauh dari cukup, dan banyak wilayah lain yang mengalami nasib serupa.
Melalui program Sedekah Air, Anda bisa terus berkontribusi:

  • Menyalurkan air bersih ke daerah rawan kekeringan

  • Membantu pengadaan tandon air

  • Mendukung pembangunan sumber air permanen

Setiap liter air yang Anda bantu alirkan adalah amal jariyah yang tak terputus, menghapus dahaga dan menumbuhkan harapan.


📌 Mari terus bersama dalam #KebaikanYangTerusTumbuh
Karena dari setetes air, lahir ribuan doa yang tak pernah kering.
Terima kasih kepada seluruh donatur ULAZ MKU ANDA – BMT ANDA yang telah menghadirkan kehidupan bagi saudara-saudara kita di Ngargotirto, Sragen.

klik link untuk sedekah air

SEDEKAH SEKARANG

Laporan Penyaluran Donasi Program Sedekah Al-Qur’an — Periode September–Oktober 2025


🕋 Bersama Anda, Kebaikan yang Terus Tumbuh

Program Sedekah Al-Qur’an ULAZ MKU ANDA menyalurkan 50 mushaf ke 3 lembaga pendidikan Islam di Mranggen dan Gunungpati. Simak kisah santri yang menerima manfaat dan harapan mereka.


📖 Cahaya dari Mushaf Baru

Setiap halaman Al-Qur’an yang dibuka adalah cahaya, dan setiap huruf yang dibaca adalah doa yang mengalir untuk para donatur.
Alhamdulillah, pada September–Oktober 2025, ULAZ MKU ANDA melalui tim relawan — Andhy, Mahatma, Ahnaf, dan Hana — telah menyalurkan 50 eksemplar Al-Qur’an ke tiga lembaga pendidikan Islam di Jawa Tengah.

Lokasi Penyaluran:

📍 Pondok Pesantren Al-Islah, Mranggen – 20 mushaf
📍 Panti Asuhan Irsyadul Hasan, Mranggen – 30 mushaf
📍 TPQ Yayasan Miftakhul Khoiriyah Al Amin, Kendal – 10 mushaf


🕌 Mushaf Baru, Semangat Baru

Di Pondok Pesantren Al-Islah Mranggen, sebanyak 42 santri menerima mushaf baru dengan penuh suka cita. Sebelumnya, banyak mushaf di sana yang sudah lusuh dan sulit dibaca. Pengasuh berharap ke depan santri bisa mendapatkan Al-Qur’an Hafalan per 3 juz agar lebih mudah dalam proses tahfidz.

Sementara itu, di Panti Asuhan Irsyadul Hasan Mranggen, 45 santri menyambut kedatangan relawan dengan senyum hangat. Penyaluran dilakukan sebelum salat Jumat, di tengah suasana yang khidmat. Pengasuh berharap ke depan lembaga bisa memiliki fasilitas usaha mandiri untuk menopang biaya operasional panti dan pendidikan anak-anak.

Di TPQ Yayasan Miftakhul Khoiriyah Al Amin Kendal, penyaluran dilakukan setelah ashar menjelang ngaji sore. Sekitar 30 santri kecil duduk rapi menyambut Al-Qur’an baru mereka. Mereka berharap suatu hari TPQ mereka bisa memiliki papan tulis dan kipas angin, agar kegiatan belajar mengaji semakin nyaman dan menyenangkan.


🤲 Doa yang Mengalir untuk Para Donatur

Setiap penyaluran selalu diakhiri dengan momen yang menyentuh hati.
Para santri dan pengasuh mendoakan seluruh donatur dengan tulus —

“Semoga para dermawan senantiasa diberi kesehatan, rezeki yang lapang, usaha yang sukses, hajat hajatnya terkabul, dan keluarga yang selalu dilindungi oleh Allah SWT.”

Mereka percaya, setiap mushaf yang mereka pegang hari ini adalah hasil dari tangan-tangan baik yang Allah gerakkan melalui para donatur ULAZ MKU ANDA.


Program Sedekah Al-Qur’an masih terus berjalan.
Melalui program ini, setiap donatur bisa membantu ribuan santri dan anak TPQ di pelosok negeri agar memiliki mushaf layak baca.

💝 Hanya dengan Rp100.000, Anda bisa menghadirkan 1 mushaf baru untuk satu santri.
Bayangkan, setiap huruf yang mereka baca menjadi pahala jariyah yang mengalir untuk Anda — selamanya.


ULAZ MKU ANDA mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur atas kepercayaannya.
Setiap Al-Qur’an yang sampai ke tangan santri adalah bukti nyata bahwa kebaikan kecil bisa menyalakan cahaya besar.

📌 Mari terus bersama dalam #KebaikanYangTerusTumbuh
Karena setiap mushaf yang terbuka, setiap doa yang terlantun, adalah pahala yang kembali untuk Anda.


🔗 Tentang Program Sedekah Al-Qur’an

Program ini merupakan salah satu kegiatan rutin ULAZ MKU ANDA (Unit Layanan Zakat BMT ANDA) yang berfokus pada dakwah dan pemberdayaan umat. Melalui dukungan para donatur, ribuan santri, guru ngaji, dan lembaga pendidikan Islam telah menerima mushaf baru, Iqro’, dan bantuan sarana belajar.

Laporan Penyaluran Donasi Palestina – September 2025


Alhamdulillah, di tengah kondisi Gaza yang kian memprihatinkan, donasi yang Anda titipkan melalui ULAZ MKU ANDA telah sampai kepada saudara-saudara kita di Palestina. Bantuan ini menjadi cahaya di tengah kegelapan, menjadi nafas di tengah kepungan krisis kemanusiaan.

🌍 Kondisi Gaza Saat Ini

Lebih dari 2 juta jiwa mengungsi, sementara 74% wilayah Gaza City hancur akibat agresi. Mereka hidup dalam keterbatasan air bersih, pangan, sanitasi, dan layanan kesehatan. Anak-anak, ibu, hingga lansia berjuang setiap hari hanya untuk sekadar bertahan hidup.

📦 Penyaluran Bantuan Donasi

Berkat dukungan Anda, pada 20–21 September 2025, tim lapangan menyalurkan bantuan di berbagai titik Gaza City: Al Shifa Medical Complex, Tal Al-Hawa, Al-Mina, Al-Nasr, Sheikh Ajleen, Ansar, hingga Union of Churches Area.

  1. 20 September 2025 – Distribusi 400 porsi hotmeals kepada 400 penerima manfaat.

  2. 21 September 2025 – Distribusi 40.000 liter air bersih untuk 2.500 penerima manfaat.

👉 Total penerima manfaat: 2.900 jiwa.

🧡 Suara dari Gaza

Dalam kondisi yang sulit, para penerima manfaat menyampaikan doa terbaik untuk para donatur di Indonesia:
“Semoga Allah menjaga kesehatan, memberikan kelapangan rezeki, dan melipatgandakan pahala bagi setiap donatur yang telah peduli kepada kami.”

🤲 Mari Terus Bersama Palestina

Bantuan yang tersalurkan ini hanyalah setetes di lautan kebutuhan besar warga Gaza. Mereka masih sangat membutuhkan suplai makanan, air, obat-obatan, dan layanan darurat.

📌 Donasi untuk Palestina masih terus dibuka.
Mari terus hadirkan harapan bagi mereka yang terzalimi. Karena setiap rupiah yang Anda titipkan, menjadi nafas, senyum, dan doa dari saudara kita di Gaza.

Klik : 

DONASI UNTUK PALESTINA

untuk donasi


💚 Terima kasih, para donatur. Bersama kita kuatkan #KebaikanYangTerusTumbuh dan terus membersamai Palestina hingga Allah hadirkan kemenangan.