Ketika Donasi Anda Datang, Harapan Warga Palembayan Sumatera Barat Kembali
BeritaLaporan Respon Banjir & Longsor
Palembayan, Kabupaten Agam – Sumatera Barat
“Ketika Kamera Pergi, Warga Masih Bertahan”
Ketika Palembayan Tak Lagi Jadi Berita
Hujan sudah reda.
Kamera media telah berpindah.
Linimasa tak lagi ramai membicarakan Palembayan.
Namun di balik sunyinya pemberitaan, warga Palembayan masih berjibaku dengan dampak bencana yang belum selesai.
Banjir dan longsor yang melanda Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada akhir November 2025, bukan hanya merobohkan rumah dan jembatan, tetapi juga memutus akses hidup ribuan warga — air bersih, listrik, pangan, dan rasa aman.
Inilah laporan kami, agar Palembayan tidak benar-benar dilupakan.
Gambaran Umum Bencana
Bencana banjir dan longsor melanda wilayah Palembayan dan sekitarnya, termasuk Jorong Sebarang Aia dan Nagari Koto Alam, dengan dampak yang sangat luas:
± 1.100 warga terdampak
Rumah warga rusak dan rata dengan tanah
Jalan utama tertutup lumpur dan material longsor
Beberapa jembatan putus, menyisakan jembatan darurat
Listrik padam di banyak titik, alhamdulilah kini sudah teratasi
Sistem air bersih (PAMSIMAS) rusak total
Sejumlah wilayah sempat terisolasi, hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki dan memanggul logistik
Perjalanan dari posko menuju lokasi terdampak membutuhkan waktu 5–6 jam, melalui medan rawan longsor susulan.
Kondisi Lapangan: Bertahan dengan Apa yang Ada
Di Jorong Sebarang Aia, warga bertahan dengan kondisi yang sangat terbatas:
Air bersih menjadi barang langka
Aktivitas ibadah dan sosial terhenti karena listrik padam
Logistik harus dibawa manual melewati jembatan darurat
Dapur umum menjadi satu-satunya penopang kebutuhan makan harian
Bagi warga, bencana ini bukan sekadar peristiwa, tetapi awal dari masa sulit yang panjang.
Aksi Kemanusiaan di Tengah Keterbatasan
Di tengah kondisi tersebut, tim relawan dan mitra kemanusiaan melakukan respon darurat dan pemulihan awal, di antaranya:
🔹 Distribusi Logistik & Dapur Umum
Penyaluran sembako dan sayur-mayur
Penguatan dapur umum untuk warga terdampak

🔹 Pemulihan Akses Dasar
Pengiriman genset dan pompa air
Listrik di mushola kembali menyala
Mushola kembali berfungsi sebagai:
pusat ibadah
titik kumpul warga
pos kegiatan kemanusiaan

🔹 Layanan Kesehatan
Pemeriksaan kesehatan gratis
Penanganan keluhan kesehatan warga pascabencana

Aksi-aksi ini belum menghapus penderitaan, tetapi setidaknya mengembalikan harapan bahwa mereka tidak sendirian.
Tantangan yang Masih Dihadapi
Meski bantuan awal telah tersalurkan, tantangan Palembayan belum berakhir:
❗ Akses logistik masih sulit dan rawan
❗ Air bersih belum pulih
❗ Bendungan irigasi rusak, sawah terancam gagal panen
❗ Pemulihan ekonomi warga belum dimulai
Inilah fase yang sering luput dari perhatian:
fase pemulihan, saat bencana sudah tidak viral, tetapi kebutuhan justru semakin nyata.
Mengapa Dukungan Masih Sangat Dibutuhkan?
Karena bencana tidak selesai saat air surut.
Karena luka tidak sembuh hanya dengan satu kali bantuan.
Karena Palembayan masih butuh waktu, tenaga, dan kebersamaan.
Ke depan, kebutuhan mendesak masih meliputi:
Penguatan dapur umum
Distribusi air bersih berkelanjutan
Pemulihan sarana ibadah dan fasilitas warga
Dukungan logistik lanjutan
Pendampingan warga menuju fase recovery
Semua ini tidak bisa berjalan tanpa dukungan para donatur dan masyarakat luas.
Agar Palembayan Tidak Sendiri
Laporan ini kami sampaikan bukan sekadar sebagai pertanggungjawaban,
tetapi sebagai pengingat:
Bahwa di Palembayan, Agam, ada warga yang masih menunggu pulih.
Bahwa kepedulian tidak harus viral untuk tetap bermakna.
Selama masa pemulihan masih panjang,
kami berkomitmen untuk terus hadir —
dan berharap Anda tetap membersamai.
Karena ketika perhatian berkurang,
kepedulian justru diuji.



