Aceh Terdampak Banjir Parah, Kebaikan Anda datang untuk Nyalakan Harapan di Beberapa Titik

Laporan Penyaluran Bantuan Bencana di Aceh Tamiang dan Pidie Jaya


Ketika Aceh Tidak Hanya Satu Titik Bencana

Bencana banjir bandang yang melanda Aceh tidak berhenti di satu desa atau satu kecamatan. Dampaknya menyebar ke berbagai wilayah dengan kondisi geografis, tingkat kerusakan, dan kebutuhan yang berbeda-beda.

Atas dasar kondisi tersebut, penyaluran donasi dilakukan secara bertahap dan multi-lokasi, menyesuaikan kebutuhan lapangan, tingkat keterisolasian wilayah, serta risiko lanjutan pascabencana. Amanah donatur kami upayakan untuk menjangkau sebanyak mungkin warga terdampak, termasuk di wilayah yang sulit diakses dan luput dari sorotan.


Aceh Tamiang: Wilayah dengan Dampak Berat dan Akses Terbatas

Di Kabupaten Aceh Tamiang, banjir bandang menghantam sejumlah desa di Kecamatan Sekerak. Curah hujan tinggi di wilayah hulu menyebabkan luapan sungai dan aliran air bercampur lumpur menghantam permukiman warga, merusak rumah, fasilitas umum, serta memutus akses antarwilayah.

Penyaluran bantuan difokuskan pada wilayah dengan kerusakan berat, keterbatasan akses, dan kebutuhan dasar yang mendesak, antara lain Suka Makmur, Lubuk Sidup, dan Balingkarang.


Suka Makmur, Kecamatan Sekerak

Respon Darurat dan Perlindungan Warga

Desa Suka Makmur terdampak banjir bandang dengan kerusakan permukiman dan keterbatasan logistik. Pascabanjir, warga tidak hanya menghadapi kehilangan tempat tinggal, tetapi juga ancaman risiko kesehatan, terutama meningkatnya populasi nyamuk yang berpotensi memicu penyakit baru di tengah kondisi lingkungan yang sulit.

Sebagai bagian dari respon darurat, bantuan yang disalurkan difokuskan pada perlindungan warga dan kebutuhan dasar, meliputi:

  • Kelambu, sebagai upaya pencegahan penyakit pascabencana

  • Tenda, untuk mendukung hunian sementara

  • Lampu darurat, di tengah keterbatasan penerangan

  • Sarung, mukena (rukuh), dan sajadah, untuk mendukung kebutuhan ibadah warga di pengungsian

Penyaluran dilakukan sebagai bagian dari penanganan awal, seiring proses assessment dan pendataan lanjutan yang terus berjalan.

Baca Juga  Waspada! Ini Ciri-Ciri Penipuan Online dan Cara Menghindarinya

Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak

Pemulihan Awal di Wilayah Terdampak Berat

Lubuk Sidup merupakan salah satu wilayah dengan dampak paling berat akibat banjir bandang. Sekitar ±700 jiwa atau ±150 KK terdampak langsung. Banyak rumah hancur dan rusak berat, serta 1 unit masjid terdampak lumpur setinggi hampir 1 meter.

Penyaluran bantuan dilakukan sekitar 21 hari pascabencana, saat kondisi wilayah masih gelap, hujan masih turun, dan listrik belum pulih. Sebagian bantuan bahkan disalurkan pada malam hari sekitar pukul 23.00, di tengah suasana yang mencekam karena kampung berada tepat di pinggir Sungai Alur Simpang.

Bantuan yang disalurkan di Lubuk Sidup meliputi:

  • terpal

  • alas tidur

  • genset beserta BBM

  • sembako (beras, minyak goreng, sarden)

  • tandon air dan pipa instalasi

  • jajanan/snack

  • lampu LED dan peralatan kelistrikan

Selain distribusi logistik, relawan juga melakukan aksi langsung berupa:

  • menyalakan genset, lampu, dan aliran listrik

  • pembersihan lumpur tebal di dalam masjid bersama relawan lain

Aksi ini membantu menghidupkan kembali masjid sebagai pusat ibadah dan titik kumpul warga.


Balingkarang, Kecamatan Sekerak

Menjangkau Pengungsian di Wilayah Terisolasi

Penyaluran bantuan juga menjangkau Desa Balingkarang, wilayah yang sangat terisolasi. Seluruh rumah warga dilaporkan rusak akibat banjir bandang, dengan ±120 KK terdampak. Satu unit masjid masih bertahan, sementara gedung SD difungsikan sebagai lokasi pengungsian utama.

Untuk mencapai lokasi, tim dan relawan harus:

  • menyeberangi sungai menggunakan perahu selama ±20–40 menit

  • dilanjutkan dengan berjalan kaki atau menggunakan sepeda motor menuju titik pengungsian

Bantuan yang disalurkan di Balingkarang meliputi:

  • beras

  • kelambu

  • lampu

  • lampu tenaga surya

  • obat-obatan

  • jajanan/snack

Bantuan ini membantu memenuhi kebutuhan dasar warga pengungsi di wilayah yang sangat sulit dijangkau.

Baca Juga  Mengapa Banyak Pimpinan BMT Tidak Melihat Potensi Besar di Baitul Maal?

Pidie Jaya

Menjangkau Warga di Beberapa Titik Terdampak

Selain Aceh Tamiang, penyaluran donasi juga menjangkau Kabupaten Pidie Jaya. Bantuan disalurkan di tiga titik berbeda melalui relawan lapangan.

Total dana yang disalurkan untuk wilayah Pidie Jaya sebesar Rp4.000.000, yang dimanfaatkan untuk penyediaan paket kebutuhan dasar dengan estimasi nilai sekitar Rp250.000 per paket, berisi:

  • beras

  • minyak goreng

  • air minum

Melalui skema ini, bantuan menjangkau sekitar 20 penerima manfaat, membantu warga memenuhi kebutuhan harian di masa darurat dan pemulihan awal.


Alhamdulillah

Dari amanah kebaikan para donatur:

  • warga terlindungi dari risiko kesehatan pascabencana

  • pengungsi memiliki hunian sementara dan penerangan

  • fasilitas ibadah kembali difungsikan

  • wilayah terisolasi tetap mendapatkan bantuan

  • keluarga terdampak memiliki ruang untuk bertahan dan bangkit

Kebaikan ini hadir di banyak titik, dengan banyak cerita, dan banyak harapan.


Aceh mengajarkan bahwa bencana tidak pernah sederhana.
Ia hadir di banyak tempat, dengan kebutuhan yang berbeda-beda.

Terima kasih telah mempercayakan kebaikan Anda.
Bersama, kita hadir bukan hanya di satu titik,
tetapi di sebanyak mungkin tempat yang membutuhkan.