Ketika Bencana Datang Bertubi-tubi, Amalan Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Bencana kembali terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

Pada 15 Agustus 2026, gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur. Hingga 7 September, BNPB mencatat 51.591 rumah telah diverifikasi untuk mengetahui kondisi kerusakannya. Dari jumlah tersebut, ribuan rumah mengalami kerusakan berat, sedang, maupun ringan.

Di waktu yang berdekatan, kebakaran hutan dan lahan juga masih terjadi di sejumlah wilayah. Bahkan hingga awal September, karhutla masih menjadi salah satu bencana yang mendominasi penanganan BNPB.

Belum lagi aktivitas gunung api. Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi menerus sejak 4 September 2026 dan berdampak pada sejumlah wilayah akibat sebaran abu vulkanik.

Melihat berbagai bencana tersebut, wajar jika muncul rasa khawatir.

Bagaimana jika suatu saat bencana itu terjadi di tempat kita?

Kita tidak pernah tahu kapan sebuah musibah akan datang.

Namun sebagai seorang Muslim, menghadapi ketidakpastian bukan berarti hanya dengan rasa takut.

Ada hal yang bisa kita lakukan.

Memohon Perlindungan kepada Allah

Rasulullah ﷺ mengajarkan kepada kita untuk memohon perlindungan kepada Allah dari berbagai keburukan.

Di antara doa yang beliau ajarkan adalah:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَدْمِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّي، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْغَرَقِ، وَالْحَرِيقِ

Allahumma inni a‘udzu bika minal-hadmi, wa a‘udzu bika minat-taraddī, wa a‘udzu bika minal-gharaqi, wal-harīq.

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari tertimpa bangunan, dari terjatuh, dari tenggelam, dan dari kebakaran.”

Doa tersebut diriwayatkan dalam Sunan an-Nasa’i 5533.

Menariknya, doa ini secara langsung menyebut beberapa bentuk bahaya yang juga kita kenal dalam berbagai peristiwa bencana: tertimpa bangunan, jatuh, tenggelam, dan kebakaran.

Rasulullah ﷺ juga mengajarkan doa:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ، وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ، وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ، وَجَمِيعِ سَخَطِكَ

Allahumma inni a‘udzu bika min zawāli ni‘matika, wa tahawwuli ‘āfiyatika, wa fuja’ati niqmatika, wa jamī‘i sakhatik.

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat-Mu, berubahnya keselamatan yang Engkau berikan, datangnya azab-Mu secara tiba-tiba, dan dari segala kemurkaan-Mu.”

Doa ini diriwayatkan dalam Sahih Muslim.

Kedua doa tersebut mengajarkan satu hal penting:

Baca Juga  Sedekah Bisa Sembuhkan Sakit?

Keselamatan adalah nikmat yang patut kita mohonkan kepada Allah.

Selain Berdoa, Apa Lagi yang Bisa Kita Lakukan?

Berdoa bukan berarti kita berhenti berikhtiar.

Kita tetap perlu melakukan berbagai usaha untuk menjaga diri, keluarga, dan lingkungan dari risiko bencana.

Dan sebagai seorang Muslim, kita juga dapat memperbanyak amal kebaikan.

Memperbanyak istighfar.

Memperbaiki ibadah.

Membantu sesama.

Dan salah satunya adalah bersedekah.

Sedekah sebagai Salah Satu Ikhtiar

Kita sering mendengar ungkapan:

“Sedekah menolak bala.”

Ungkapan ini populer di tengah masyarakat Muslim.

Namun, kita sebaiknya tidak memahaminya sebagai sebuah rumus: bersedekah sejumlah uang, lalu seseorang pasti tidak akan terkena bencana.

Tidak demikian.

Bencana dan ujian tetap merupakan bagian dari kehidupan manusia. Orang yang saleh pun dapat mengalami musibah.

Sedekah juga bukan alat untuk “membeli” keselamatan dari Allah.

Tetapi sedekah adalah amal kebaikan yang kita lakukan karena Allah, sambil berharap pertolongan, perlindungan, keberkahan, dan kebaikan dari-Nya.

Maka ketika kita mendengar kabar tentang bencana, kita tidak harus hanya bertanya:

“Bagaimana agar saya tidak terkena bencana?”

Kita juga bisa bertanya:

“Apa kebaikan yang bisa saya lakukan hari ini?”

Salah satunya dengan bersedekah.

Sedekah untuk Menolong Mereka yang Sudah Tertimpa Musibah

Ada satu hal yang membuat sedekah menjadi semakin bermakna ketika bencana terjadi.

Sedekah bukan hanya tentang memohon kebaikan untuk diri kita sendiri.

Sedekah juga menjadi cara untuk menghadirkan pertolongan bagi orang lain.

Ketika seseorang kehilangan rumah karena gempa, ada kebutuhan yang harus segera dipenuhi.

Ketika seseorang harus mengungsi, ia membutuhkan makanan dan air.

Ketika seseorang kehilangan sumber penghasilan, ia membutuhkan dukungan untuk kembali menjalani kehidupannya.

Pada saat seperti itu, sedekah yang kita keluarkan dapat menjadi bagian dari pertolongan bagi mereka.

Baca Juga  Download PDF Fatwa MUI No. 83 Tahun 2023, Tentang Hukum Dukungan Terhadap Perjuangan Palestina

Jadi, ada dua hal yang bisa kita lakukan ketika melihat bencana:

Berdoa agar Allah memberikan keselamatan.

Dan berbuat agar saudara kita mendapatkan pertolongan.

Keduanya dapat berjalan bersama.

Jangan Menunggu Musibah untuk Berbuat Baik

Kita tidak tahu kapan musibah akan datang.

Hari ini kita mungkin masih bisa tidur dengan nyaman di rumah.

Masih bisa bekerja.

Masih bisa makan dengan cukup.

Masih bisa berkumpul bersama keluarga.

Semua itu adalah nikmat.

Dan kita tidak pernah tahu berapa lama nikmat tersebut akan kita rasakan.

Karena itu, selagi Allah memberikan kelapangan, mari gunakan sebagian nikmat tersebut untuk berbuat kebaikan.

Tidak harus menunggu memiliki banyak.

Tidak harus menunggu terjadi bencana.

Sedekah bisa dimulai dari apa yang kita mampu.

Mungkin jumlahnya terasa kecil bagi kita.

Tetapi bisa jadi sangat berarti bagi orang yang sedang membutuhkan.

Mari Berdoa dan Bersedekah

Bencana mengingatkan kita bahwa manusia memiliki keterbatasan.

Kita tidak mampu mengendalikan segala sesuatu yang terjadi di dunia.

Tetapi kita masih bisa memilih bagaimana kita meresponsnya.

Kita bisa berdoa.

Kita bisa memperbanyak amal.

Kita bisa membantu sesama.

Dan kita bisa bersedekah.

Semoga Allah menjaga kita dan keluarga kita dari berbagai musibah.

Semoga Allah menjaga keselamatan dan kesehatan kita.

Dan ketika saudara-saudara kita sedang diuji dengan bencana, semoga Allah menggerakkan hati kita untuk ikut meringankan beban mereka.

Mari bersedekah hari ini.

Bukan karena kita merasa pasti akan terhindar dari bencana.

Tetapi karena kita berharap kepada Allah, sekaligus ingin menjadi bagian dari pertolongan bagi sesama.

Semoga sedekah yang kita keluarkan menjadi amal kebaikan, menjadi sebab datangnya keberkahan, dan menjadi pertolongan bagi mereka yang sedang membutuhkan.

[SEDEKAH SEKARANG]