Dari Donasi Anda, Cahaya Kembali Menyala di Aceh Tamiang

Laporan Penyaluran Bantuan Banjir Bandang
Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang, 17 -12 – 2025

Latar Belakang Bencana

Banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang pada akhir tahun 2025 memberikan dampak yang sangat luas, salah satunya di Desa Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak. Curah hujan tinggi di wilayah hulu menyebabkan luapan sungai dan aliran air bercampur lumpur menghantam permukiman warga yang berada di bantaran Sungai Alur Simpang.

Arus deras datang secara tiba-tiba, merusak rumah-rumah warga, menghanyutkan perabotan, serta meninggalkan endapan lumpur yang sangat tebal. Infrastruktur dasar terganggu, termasuk akses jalan dan jaringan listrik, membuat warga berada dalam kondisi darurat berkepanjangan.


Kondisi Warga Pascabencana

Saat tim dan relawan memasuki Lubuk Sidup, sekitar 21 hari setelah banjir bandang besar terjadi, kondisi di lapangan masih sangat memprihatinkan.

  • Hujan masih turun

  • Kampung masih gelap dan belum dialiri listrik

  • Akses dan aktivitas warga sangat terbatas, terutama pada malam hari

  • Lingkungan permukiman masih dipenuhi lumpur dan puing

Sebagian warga bertahan di sekitar masjid, sementara lainnya mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi demi menghindari potensi luapan banjir susulan. Masjid yang menjadi pusat aktivitas warga terdampak parah, dengan lumpur setebal hampir 1 meter menutupi lantai dan ruang utama, sehingga tidak dapat digunakan.

Di Lubuk Sidup, sekitar ±700 jiwa atau ±150 kepala keluarga (KK) terdampak langsung. Banyak rumah hancur dan rusak berat, tidak lagi layak ditempati.


Mengapa Lubuk Sidup Menjadi Titik Penyaluran Bantuan

Meski telah berlalu hampir tiga pekan sejak bencana besar, kondisi Lubuk Sidup menunjukkan bahwa fase pemulihan belum benar-benar dimulai. Ketiadaan listrik, keterbatasan air bersih, serta rusaknya fasilitas umum membuat warga masih bertahan dalam kondisi darurat.

Baca Juga  Mulai Usaha Nasi Padang, Semoga Masa Depan Om Feri Semakin Terang

Atas dasar besarnya dampak, keterisolasian wilayah, dan kebutuhan dasar warga yang belum terpenuhi, Lubuk Sidup dipilih sebagai salah satu titik prioritas penyaluran bantuan.


Sebagai amanah dari para donatur, LAZ MKU menyalurkan bantuan kemanusiaan yang difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar, pemulihan penerangan, air bersih, dan dukungan kehidupan warga pascabencana.

Jenis Bantuan yang Disalurkan

Bantuan yang disalurkan meliputi:

  1. Terpal – untuk peneduh dan kebutuhan darurat

  2. Alas tidur – membantu warga beristirahat lebih layak

  3. Genset beserta BBM – untuk menghidupkan kembali listrik

  4. Sembako, terdiri dari:

    • Beras

    • Minyak goreng

    • Sarden

  5. Tandon air beserta pipa instalasi – mendukung ketersediaan air bersih

  6. Jajanan/snack/makanan ringan – khususnya untuk anak-anak dan warga di masa darurat

  7. Lampu LED dan peralatan kelistrikan – sebagai sumber penerangan di titik-titik vital

Bantuan disalurkan melalui koordinasi dengan relawan dan tokoh setempat agar tepat sasaran dan benar-benar menjangkau warga terdampak.


Aksi Relawan di Lapangan

Selain penyaluran logistik, relawan juga melakukan aksi langsung di lapangan sebagai bagian dari pemulihan awal:

  1. Menyalakan genset dan menghidupkan listrik serta lampu
    Setelah berminggu-minggu berada dalam kegelapan, area sekitar masjid kembali terang

  2. Pembersihan lumpur tebal di dalam masjid
    Lumpur setinggi hampir 1 meter dibersihkan secara gotong royong bersama relawan lain dan warga, agar masjid kembali berfungsi sebagai:

    • Tempat ibadah

    • Titik kumpul warga

    • Pusat aktivitas kemanusiaan


Penyaluran Bantuan di Tengah Malam

Sebagian bantuan disalurkan pada malam hari, sekitar pukul 23.00, di tengah kondisi hujan yang masih turun dan keterbatasan penerangan. Kampung yang berada persis di pinggir Sungai Alur Simpang masih diselimuti suasana mencekam.

Dokumentasi penyaluran pada malam hari mungkin tidak menampilkan pencahayaan yang sempurna, namun ia merekam satu hal yang sangat nyata:
kehadiran bantuan di saat warga paling membutuhkan, bahkan ketika kondisi tidak ideal.

Baca Juga  Sayang Yatim, BMT ANDA Adakan Makan Bareng Yatim dan Berbagi Bingkisan Sekolah


Dampak Kebaikan Donatur

Dari amanah kebaikan para donatur:

  • Warga kembali memiliki penerangan di tengah gelap pascabencana

  • Masjid kembali dapat digunakan sebagai pusat ibadah dan kebersamaan

  • Kebutuhan pangan dan air bersih mulai terpenuhi

  • Beban hidup warga di masa darurat berkurang

  • Warga memiliki ruang untuk bertahan dan menata ulang kehidupan

Bantuan ini mungkin belum memulihkan segalanya, tetapi menjadi titik awal bangkitnya harapan di Lubuk Sidup.


Kebutuhan Lanjutan

Hingga laporan ini disusun, Lubuk Sidup masih membutuhkan dukungan berkelanjutan, khususnya untuk:

  • pemulihan hunian warga

  • pemenuhan air bersih jangka menengah

  • perbaikan fasilitas umum

  • pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi warga

Masa pemulihan masih panjang, dan dukungan donatur tetap menjadi kekuatan utama.


Lubuk Sidup mengajarkan bahwa bencana tidak berhenti ketika air surut. Bahkan setelah berminggu-minggu, warga masih hidup dalam keterbatasan.

Terima kasih telah menghadirkan cahaya di tempat yang lama gelap.
Terima kasih telah membersamai warga, bahkan ketika bencana tidak lagi viral.

Dari donasi Anda, Lubuk Sidup kembali menyala.